Don't be Captious

Salah Jurusan Kuliah, Lanjut atau Ganti Jurusan Lain?

Ilustrasi salah jurusan (Pixabay)

Memilih jurusan di perguruan tinggi bisa jadi hal yang paling dilematis untukmu yang baru lulus SMA. Ada siswa yang sudah punya gambaran ketika akan menentukan jurusan, ada yang menyerahkan pilihan pada orang tua, ada pula yang masih bimbang kemana mau melanjutkan studi.

Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika sudah mengambil suatu program studi, dan di tengah jalan merasa tidak cocok dengan apa yang kamu pelajari? Haruskah kamu ganti jurusan lain, dengan kata lain mengulang dari nol, atau lanjut saja meski menurut kamu berat? Untuk menjawab mana yang bakal dipilih, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain lamanya kuliah, biaya yang sudah kamu keluarkan, dan seberapa cepat kamu bisa menyerap ilmu.

Lamanya masa studi yang sudah kamu tempuh bisa jadi bahan pertimbangan dalam memutuskan untuk pindah jurusan atau nggak. Kalo kamu masih berada di semester-semester awal, nggak ada salahnya buat berkonsultasi dengan orang tuamu tentang keinginanmu pindah jurusan. Yang namanya passion itu memang harus dikejar sedini mungkin. Jika memang dibolehkan, kamu bisa mencoba ikut ujian masuk ke fakultas impianmu.

Bimbang gara-gara salah jurusan (Inovasee)

Namun, jika kamu sudah berada di semester-semester akhir, apalagi tinggal menyusun skripsi, maka sebaiknya lanjut saja. Mengingat waktu, tenaga, dan biaya yang sudah kamu keluarkan hingga bisa sampai tahap akhir, sangat disayangkan jika studimu nggak diselesaikan cuma gara-gara kamu galau, padahal kamu mampu.

Jika memang sudah tanggung, selesaikan aja apa tugasmu dan bikin orang tuamu bangga. Ingat juga semua teman satu jurusanmu yang selama ini bareng-bareng sama kamu, serta semua pengalaman yang kamu dapatkan dari mereka. Kamu berkembang sampai bisa ke tahap akhir juga mungkin karena andil mereka dalam hidupmu. Meski salah jurusan, nggak ada salahnya lulus bareng-bareng sama mereka.

Ilustrasi bingung pilih jurusan (Indbeasiswa)

Kamu juga perlu ingat umur kamu. Anggap saja usiamu saat ini 22 tahun dan udah menempuh studi selama 8 semester dan tinggal menyelesaikan skripsi. Lalu, kamu memutuskan buat pindah jurusan dan memulai semua dari awal. Artinya, kamu perlu waktu setidaknya 4 tahun lagi untuk menempuh studi di jurusan yang kamu inginkan. Berarti, paling cepat kamu lulus usia 26, itupun dengan syarat kamu lulus tepat waktu.

Semakin berumur dirimu, semakin sulit kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan jika nggak punya pengalaman. Daripada kamu mengulang dari awal, lebih baik kamu belajar mandiri sambil mencari pengalaman yang sesuai dengan minatmu.

Wisuda (Pixabay)

Kesimpulannya, jika kamu ingin pindah jurusan lain, maka hal itu diperbolehkan jika kamu masih berada di semester awal. Jika kamu sudah berada di semester akhir, karena sudah kepalang tanggung, lebih baik bertahan sedikit lagi sampai lulus daripada harus mengulang lagi. Perlu diingat juga, mau kamu kuliah di mana pun, jurusan apa pun, rasa jenuh akan rutinitas tetap akan menghinggapimu. Begitu pula saat kamu bekerja sesuai passion-mu. Rasa jenuh tetap akan menghinggapimu jika kamu terus dihadapkan dengan rutinitas. Selain itu, salah jurusan bukan alasan untuk kamu malas kuliah. Semakin malas, maka semakin lama kamu untuk bisa lulus.

Jadi, pilihan ada di tanganmu sendiri, mau ganti jurusan, atau lanjut. (tom)

Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Loading...