Cerita Film The Tinder Swindler banyak di sekitar kita

tinder swindler

Cerita Film The Tinder Swindler banyak terjadi di sekitar kita. Kali ini aku mau nulis tentang tema yang lagi ramai menjelang hari kasih sayang Valentine 14 Feb ini. The Tinder Swindler  adalah film dokumenter yang lagi jadi dibahas dimana-mana sejak tayang di Netflix 2 Feb 2022 lalu.

Film ini menceritakan kisah nyata tentang seorang penipu Simon Hayut atau Simon Leviev di aplikasi Tinder. Ia memanfaatkan ketampanannya untuk menipu banyak korban wanita. Simon berpura-pura menjadi sultan sebagai salah satu siasat menipu para korban.

Nah, di dunia nyata sekitar kita banyak sekali kisah-kisah tentang aplikasi kencan online yang berkahir zonk. Berikut adalah 3 ceritanya yang berhasil aku himpun dari berbagai sumber:

1. Kencan modal kolor doang (Shelby, 25)

f8f07179f80ef37c57be4b29c63f93ec
Ilustrasi Cowok Celana Basket (Foto: Pinterest.ph)

Kisah ini aku adaptasi dari sebuah artikel di Vice.com

Aku ketemu seorang cowok di Tinder udah cocok dan udah sering ngobrol juga. Akhirnya kita mutusin buat ketemuan. Pas ketemu, wajahnya sesuai ekspektasi lah ya nggak beda jauh sama di foto. Tapi yang bikin aku agak mikir aneh pas dia keluar dari mobil dengan mengenakan celana kolor basket. Pada saat itu aku memang nggak mengenakan gaun, tapi aku berkata dalam hati ya apakah pantas kencan pertama pakai celana kolor basket seperti itu.

Trus lanjut kita ngobrol ngalor ngidul. Dia ngaku kalo gajinya gede banget mirip Cerita Film The Tinder Swindler. Membandingkan temannya yang bekerja sebagai koki lalu membuka restoran sendiri tapi penghasilannya masih jauh dibawah dia. Padahal pada saat itu, dia hanya membawa aku ke restoran taco murah yang berada di dalam tenda. Di situasi seperti ini, dia pun sempat-sempatnya mengatakan kepada aku

“Kalau mau dibawa ke tempat-tempat yang mewah, kamu harus membuktikan kesungguhan kamu dulu.”

Dari situ aku langsung mendadak ilfeel dan langsung menghabiskan taco supaya bisa langsung pulang. Kami pun akhirnya beranjak pulang menuju mobilnya. Di sini ia masih berusaha untuk menginginkan apa yang dia cari dari aku. Dia mengajak aku untuk mampir ke apartemennya. hoo … tentu aku tolak karena aku tahu maksud bejat dia.

Dia memojokkan aku di samping mobil dan berusaha mencium aku. Celana basket yang ia kenakan membuat aku merasakan ada sesuatu yang menusuk paha aku, anunya bangun. Kejadian ini membuat aku langsung sontak tertawa di dalam mulutnya.

Ini adalah salah satu kejadian aneh dalam hidup aku. Aku terus tertawa hingga dia akhirnya melepaskan diri dan dia bertanya, “Mau lanjut lagi gak?” aku jawab “Ogah! Jangan pernah telepon-telepon ya. Apus aja nomer aku. Aku gak akan mau ngomong sama kamu lagi. Makasih ya, dah.”

Tiga bulan kemudian dia masih rajin mengirimkan pesan untuk ngajak begituan kepada aku. Ini adalah salah satu pengalaman kencan paling aneh dalam hidupku.

2. Gara-gara foto (Cindy, 27)

023212300 1499753416 bule
Ilustrasi cowok bule (Foto: liputan6)

Kisah ini aku adaptasi dari sebuah jawaban di Quora

Kejadian ini baru saja menimpaku. Ini adalah kisah memalukan sebagai seorang wanita. Malam itu aku janjian dengan seorang cowok bule yang kenal dari aplikasi Tinder. Aku memang serius ingin mencari pasangan hidup.

Kami sudah seminggu ini berkomunikasi dan sudah janjian malam ini untuk ketemu pukul 9 malam, di sebuah restoran jakarta selatan.Aku mempersiapkan kencan pertama ini agar sempurna dengan makeup yang lumayan lama. Pukul 20:30 aku berangkat menuju lokasi. Dia mengatakan kalau sudah menunggu di dalam. Aku memintanya untuk menjemput di depan karena banyak orang lalu lalang di dalam.

“Are u (nama aku) ??? No, u are not her. U’re so different with your profile picture”

Itulah reaksi dan kata-kata yang pertama kali keluar dari mulutnya. Sampai aku dibuat malu karena security dan waitress di depan restoran terdengar menertawakan aku. Aku dalam hati, “Kurang ajar nih bule gila”.

Saat itu aku tidak berusaha membohongi dia. aku menggunakan foto profil aku sendiri. Hanya saja pada malam itu aku memang tidak menggunakan extension bulu mata seperti di foto profil. Bahkan aku memakai dress yang sama sekaligus menunjukkan Whatsapp untuk meyakinkannya.

Tapi si bule tetap nggak percaya. Kencan itu gagal, aku langsung pergi meninggalkan restoran itu. Sambil menangis di perjalanan aku merasa dipermalukan di depan banyak orang. Apa yang salah dengan wajahku, padahal kencan malam ini aku sangat mengharapkan hasil yang baik.

Ini adalah pelajaran buat aku saat menggunakan Tinder. Lain kali aku akan video call dulu sebelum bertemu. Karena banyak pria yang hanya ingin bertemu wanita berdasarkan penampilannya saja.

3. Komplotan penipu (Karina, 25)

76adb64fe81454d12268793ec78e3c99
Ilustrasi pria yang bekerja di tambang (Foto: Pinterest)

Kisah ini aku adaptasi dari sebuah jawaban di Quora

Penipuan seperti Cerita Film The Tinder Swindler ini menimpa teman dekat aku. Dua bulan lalu, temanku berkenalan di aplikasi Tinder dengan seorang pria yang mengaku bekerja di offshore rig di Papua. Penampilan pria itu cukup menarik dengan foto-foto aktivitasnya sehari-hari selama bekerja. Menggunakan seragam kerja, seolah-olah ia ingin menunjukkan kalau dia beneran kerja di offshore rig.

Selain itu pria itu juga meyakinkan teman aku dengan menyebutkan nama perusahaan yang berlokasi di Papua. Sayangnya, pria itu cukup pintar karena menggunakan akun premium. Sehingga jarak sebenarnya tidak ditampilkan di profil. Si pria juga berusaha meyakinkan temanku dengan berbicara sopan, rendah hati, dan sabar.

Sempat sekali video call, mukanya sempat muncul kurang lebih 2 menitan dan setelah itu layar hitam. Ia mengaku kalau menggunakan HP perusahaan dan tidak bisa bypass jaringan internet rig.Berbeda dengan para penipu kelar teri yang langsung meminta uang setelah beberapa hari kenalan. Pria yang mengaku pekerja tambang ini, cerdik dalam mengabil hati korbannya. Ia menunggu dengan sabar dan mencari momen yang tepat untuk beraksi. Pria ini rajin berbagi foto dengan orang tuanya, neneknya, dan orang-orang terdekatnya. Mengaku kalau keluarganya sudah meninggal dan dia anak tunggal.Inilah waktunya tiba saat 1 bulan perkenalan dengan temanku.

Pria itu, mengatakan ingin melanggar kontrak agar bisa bertemu melamar temanku. Tapi ia terkendala harus membayar pinalti kontrak karena gajinya di deposito. Menurutnya, di tempat ia bekerja tidak membutuhkan uang tunai.

Uniknya, disaat pria ini meminta bantuan kepada temanku untuk meminjam uang, ia tidak memaksa. Ia coba merayu dengan memanipulasi perasaan korban. Membuktikan perjuangan yang ia tempuh dan rela untuk melanggar kontrak demi bersama temanku, dan berharap temanku juga mau berkorban juga untuk pria itu.

Dalam usaha menipu calon korban, Pria ini tidak bekerja sendiri. Dia punya komplotan yang memiliki perna masing-masing. Ada manajer, HRD, hingga bagian keuangan. Sampai-sampai latar belakang suara setiap temanku meneleponnya, pun dibuat sangat meyakinkan. Ada suara pabrik, kantor, rumah sakit, dll.

Temanku akhirnya terjebak juga, transfer uang puluhan juga sukses dikirimkan ke pria itu.

Rupanya aksi penipuan itu bukan berhenti di sini. Pria itu meminta biaya-biaya lain dengan jumlah yang lebih besar seperti sewa speed boat, penalti deposito, biaya rumah sakit. Untungnya temanku sudah mulai sadar dengan tipu daya komplotan itu. Temanku langsung memblok whatsapp pria itu. Peristiwa itu sangat membekas bagi temanku. Ia merasakan perasaan campur aduk, ada perasaan patah hati, kesal, dan perasaan kecewa karena tertipu. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi tetapi sampai saat ini belum ada kabar lebih lanjut. (jow)