Sindir Pertanyaan ‘Sejak Kapan Rendang Punya Agama?’, Ustadz Adi Hidayat: Itu Pertanyaan yang Tidak Berfaedah

“Sejak kapan rendang itu punya agama? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan. Kalau batik diklaim Malaysia mau tidak?… Itu pertanyaan yang tidak berfaedah karena memang itu sudah menjadi bagian yang melekat,” kata UAH.

Lalu pria yang pernah menulis buku berjudul Muslim Zaman Now itu mengatakan bahwa segala sesuatu yang sudah dikenal dan melekat artinya sudah menjadi bagian dari hukum. Sehingga sesuatu yang berbeda dari norma adat akan dianggap menyimpang.

Kemudian UAS menambahkan bahwa rendang salah satu produk masyarakat Minang yang mengenal falsafah adat ‘bersanding syara, syara berbanding kitabullah’.

Oleh sebab itu, setiap yang keluar dari Minang melekat dengan syariat Islam termasuk makanan sekalipun.

“Jadi jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agamanya pada makanan, itu pertanyaan kurang kerjaan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Tanggapan Warganet

Dalam tayangan video YouTube Adi Hidayat Official itu beragam komentar juga di sampaikan oleh warganet atas jawaban yang diberikan oleh UAH terkait polemik Rendang Babi. Ada yang berpendapat bahwa apa yang disampaikan oleh UAS sudah tepat. Rendang memang identik dengan minang.

Klik tombol NEXT dibawah ini untuk lanjut membaca

Written by Ardy Messi

Work in PR agency, Strategic Planner wannabe, a bikers, a cyclist, music and movie freak, Barca fans.