Atasi 7 Tantangan Industri Manufaktur dengan Aplikasi ERP Multifungsi dan Praktis

Aplikasi ERP Multifungsi dan Praktis

Setiap sektor industri pasti tengah menghadapi sejumlah tantangan saat ini, tidak terkecuali manufaktur.

Industri manufaktur sendiri merupakan salah satu sektor bisnis yang bergerak di bidang pengolahan bahan menjadi barang setengah jadi atau bahkan utuh. Barang yang dimaksud sangatlah luas dan mencakup berbagai aspek, misalnya otomotif, pertanian, elektronik, farmasi, dan masih banyak lagi. 

Mengingat luasnya cakupan produksi industri manufaktur, perusahaan sangat memerlukan komponen-komponen termutakhir untuk mengoptimalkan aktivitas operasional mereka, salah satunya adalah penggunaanaplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) yang suportif.

Pengertian aplikasi ERP manufaktur adalah sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk mempersingkat proses produksi atau operasional suatu pabrik. Aplikasi ini merupakan salah satu modul yang terdapat di dalam sistem (software) ERP manufaktur.

Meski begitu, masih cukup banyak perusahaan manufaktur tanah air yang belum menggunakan aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Sehingga, perusahaan manufaktur Indonesia kini tengah dihadapi oleh berbagai tantangan yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis mereka.

Berikut ini sejumlah tantangan yang sedang dihadapi oleh perusahaan manufaktur tanah air.

1. Ketidakmampuan Memprediksi Permintaan Secara Tepat

Masih terdapat cukup banyak perusahaan manufaktur, yang belum mampu memprediksi permintaan barang dari konsumen dengan tepat di masa mendatang. Ketidakhadiran aplikasi manufaktur termutakhir dinilai menjadi faktor utama terjadinya hal tersebut.

Alhasil, perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan secara menyeluruh. Apabila peristiwa ini terus terjadi, maka tingkat pelayanan perusahaan di mata konsumen akan semakin menurun. Rasio retensi pelanggan terhadap perusahaan juga turut merosot.

Tentu saja, perusahaan secara bertahap akan kehilangan konsumen dan pendapatan. Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya kebangkrutan pada suatu perusahaan manufaktur.

2. Manajemen Persediaan Barang Kurang Efektif

Dewasa ini, masih cukup banyak perusahaan manufaktur yang mengelola persediaan barang mereka secara manual. Padahal, upaya tersebut sangat tidak efektif bahkan berpeluang tinggi terjadi kesalahan.

Keakuratan pengecekan stok yang masih rendah akan menimbulkan permasalahan bagi suatu perusahan manufaktur, seperti terjadi kelebihan atau kekurangan barang di gudang hingga kerusakan pada inventaris yang tidak teridentifikasi secara menyeluruh. 

3. Minimnya Tenaga Kerja Terampil

Minimnya tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan operasional juga menjadi tantangan bagi perusahaan manufaktur. Rendahnya kompetensi tenaga kerja, akan memengaruhi performa kegiatan operasional perusahaan. 

Apabila terus terjadi, kualitas produk perusahaan cenderung mengalami penurunan. Alhasil, akan banyak konsumen yang merasa kecewa dan beralih kepada kompetitor lainnya.

4. Kesulitan Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Tantangan selanjutnya adalah sulitnya perusahaan manufaktur tanah air dalam beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi yang ada. Untuk mengatasi hal ini, tentu harus dilakukan penyegaran ilmu teknologi manufaktur termutakhir kepada karyawan oleh para petinggi perusahaan.

Upaya tersebut bisa dilakukan melalui berbagai cara, misalnya pemberian pelatihan ataupun pemaparan materi melalui kegiatan webinar, dan sebagainya. 

5. Kemampuan Pengelolaan Prospek Penjualan Rendah

Pada dasarnya, setiap prospek mempunyai karakter, kebutuhan serta preferensi yang berbeda. Maka dari itu, penting bagi perusahaan manufaktur untuk dapat mengelola proses penjualan.

Pemanfaatan aplikasi ERP dinilai menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan tersebut.

6. Tingkat ROI Rendah

Return on Investment (ROI) mudahnya adalah pendapatan atau laba atas investasi yang dikeluarkan. Tingkat ROI yang rendah dapat menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan.  

Salah satu upaya yang efektif untuk mengatasi hal ini adalah dengan beralih menuju strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi biaya produksi dengan mengubah desain maupun material kemasan barang.

Kedua cara tersebut dinilai mampu meningkatkan kembali tingkat Return on Investment (ROI) perusahaan manufaktur. 

7. Efisiensi Operasional Manufaktur Belum Optimal

Tantangan terakhir yang kini sedang dihadapi oleh perusahaan manufaktur tanah air adalah, kurangnya efisiensi sistem operasional untuk menunjang kegiatan mereka.

Mengingat dana yang diperlukan untuk meningkatkan sistem operasional kegiatan terbilang sangat tinggi. Maka dari itu, masih cukup banyak perusahaan yang enggan untuk melakukan pembaharuan sistem operasional mereka.

Padahal, meskipun peningkatan sistem operasional memakan biaya yang cukup tinggi di awal. Namun, upaya ini ternyata dapat menghemat biaya pengeluaran dalam kurun  waktu yang cukup panjang, serta meningkatkan efisiensi dan performa operasional perusahaan.

Peran Penting Aplikasi ERP Bagi Industri Manufaktur Indonesia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kehadiran aplikasiEnterprise Resource Planning (ERP) yang suportif sangat dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur tanah air saat ini.  

Melalui pemanfaatan software aplikasi ERP, seluruh kegiatan produksi perusahaan manufaktur dapat dijalankan secara maksimal dan efisien. Sehingga, perusahaan dapat meminimalisir pengeluaran biaya operasional mereka, karena sudah ditunjang oleh kehadiran aplikasi ERP.

Manfaat lainnya dari penggunaan aplikasi ERP adalah, meningkatnya kualitas barang perusahaan dengan estimasi waktu produksi yang singkat. Kemajuan tersebut membantu mengoptimalkan rasio retensi konsumen terhadap perusahaan.

Rasio retensi konsumen yang tinggi akan mendorong penjualan barang sehingga pendapatan perusahaan mengalami kenaikan.

Aplikasi ERP RedERP dapat menjadi referensi utama bagi perusahaan Anda yang ingin mulai beralih menuju sistem operasional manufaktur termutakhir. 

Software RedERP Indonesia adalah layanan ERP suportif yang multifungsi serta sudah terintegrasi dalam satu perangkat lunak. Alhasil, Anda dapat secara praktis mengelola berbagai sektor operasional perusahaan manufaktur secara komprehensif dan optimal.