Pedagang Satwa Langka menggunakan Internet


orangutan salah satu satwa langka yang dilindungi } image from reuters
orangutan salah satu satwa langka yang dilindungi } image from reuters

Pedagang satwa langka di Jakarta menggunakan Internet untuk mengembangkan sebuah pasar global hewan yang bisa dikatakan bersaing dengan pengedar narkoba internasional, pejabat kementerian mengatakan.

Unit Penyelidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kementerian Kehutanan dan Polisi Nasional didampingi oleh aktivis Lembaga Advokasi Satwa (LASA) menyerbu sebuah galeri di Jakarta pada hari Rabu dan menyita 30 bagian tubuh hewan dari satwa langka senilai hampir Rp 100 juta (US$ 11,200). Setelah penggrebekan, Kepala Kementerian Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori mengatakan bahwa pedagang satwa langka tersebut telah menggunakan Internet untuk menjangkau pasar global. â??Sulit untuk melacak karena transaksi pembayaran juga dilakukan melalui internet: kata Darori kepada wartawan, Kamis.”

Pada konferensi pers, Kementerian menyajikan bagian-bagian tubuh hewan yang disita pada saat penggrebekan, termasuk kulit harimau, tulang harimau dan gading. Pemilik galeri IGF, yang diidentifikasi dari inisialnya, AKM, dikenakan tahanan setelah penggrebekan dan saat ini sedang dalam tahanan, menurut pejabat. Polisi masih mencari lagi 9 orang yang diduga terkait dengan perdagangan ilegal satwa langka.

Darori mengatakan bahwa permintaan akan bagian tubuh hewan dari satwa langka dari Indonesia masih tinggi, terutama di Cina.

â??Jika Negara-negara di ASEAN tidak melarang perdagangan satwa langka, akan sulit untuk menghentikan perdagangan dimana Negara-negara di ASEAN telah digunakan sebagai tempat transit untuk mengirimkan [bagian-bagian tubuh hewan] ke Cina dan Negara-negara lainnya,â? katanya.

Indonesia akan menggunakan pengaruhnya ketika konferensi meja bundar ASEAN untuk mendiskusikan bagaimana menghentikan perdagangan ilegal satwa langka, katanya. Ancaman perdagangan online satwa liar baru-baru ini menjadi subyek dari diskusi panas di antara masyarakat internasional, seperti tampak pada pertemuan Konvensi Perdagangan Internasional Satwa Langka (CITES) pada tahun 2010. Menurut konvensi, Internet telah memfasilitasi perdagangan ilegal satwa langka internasional.

Aktivis Lembaga Advokasi Satwa Liar Irma Hermawati mengatakan bahwa pedagang satwa langka tersebut telah menggunakan Internet untuk mengembangkan jaringan rumit seperti yang dijalankan oleh sindikat narkotika internasional.

â??Jaringan mereka telah terorganisir dengan baik sehingga sulit untuk melacak pelaku utama dibalik perdagangan ilegal satwa langka,â? kata Irma.

Irma mengatakan bahwa penegakan hukum melawan tersangka pedagang spesies langka sering gagal karena kebocoran. Bagian-bagian tubuh satwa langka biasanya dikirim ke luar negeri oleh perusahaan kurir yang sah beroperasi di Indonesia, kata Irma. Kementerian berjanji akan mengirimkan surat kepada perusahaan kurir menuntut mereka untuk memperketat pemeriksaan untuk meminimalkan pengiriman mereka atas satwa langka.

Tidak ada statistik perdagangan satwa langka saat ini, menurut Kementerian, meskipun pejabat telah menggagalkan beberapa upaya untuk menyelundupkan satwa langka ke luar negeri. Kementerian mengatakan telah menggagalkan upaya untuk menyelundupkan 737 penyu di bulan Januari, misalnya, selain melakukan penggrebekan di Papua dimana menyita 467 kura-kura di Merauke dan 10.980 kura-kura lainnya di Mimika pada bulan Desember.

Indonesia telah dikategorikan sebagai Negara â??mega-beragamâ? karena keanekaragaman hayatinya yang sangat besar. Ribuan spesies di seluruh dunia berada pada resiko kepunahan karena perambahan manusia, laju hilangnya hutan yang tinggi dan pemanasan global. Di Indonesia, 140 spesies burung dan 63 spesies mamalia saat ini masuk pada daftar spesies yang terancam. Bangsa ini telah kehilangan 1 juta hektar hutan dalam beberapa tahun terakhir karena ekspansi besar-besaran dari usaha perkebunan dan pertambangan ilegal, sesuatu yang telah mengancam habitat banyak satwa langka dan yang dilindungi.

Populasi harimau Indonesia, misalnya, telah jatuh dalam beberapa dekade setelah perambahan manusia yang menyebabkan kerusakan sembilan per sepuluh habitat alami satwa. Bangsa ini pernah membanggakan subspesies harimau Jawa dan Bali, tapi sekarang mereka punah meninggalkan harimau Sumatera sebagai satu-satunya bangsa endemik kucing besar.

Serikat Nasional untuk Konservasi Alam baru-baru ini menyatakan bahwa harimau Sumatera itu nyaris punah, sementara Konvensi Perdagangan Internasional Satwa Langka Fauna dan Flora Liar meletakkannya pada daftar yang dilarang untuk perdagangan.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak