Misteri Di Balik Supersemar


Tentunya Anda sudah tidak asing mendengar nama Surat Perintah Sebelas Maret, atau Supersemar.Bahasan mengenai Supersemar ini banyak terdapat di buku-buku sejarah, dan biasanya masuk ke dalam buku pelajaran sekolah. Namun benarkah semua sejarah yang tertulis di dalam buku itu merupakan fakta?

Supersemar sendiri menyimpan sebuah misteri, yang selama 40 tahun lebih belum terpecahkan. Mulai dari di mana keberadaan Supersemar yang asli, hingga apa itu sebenarnya Supersemar. Ada yang mengatakan kalau Supersemar yang disimpan di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) adalah Supersemar palsu.

M Asichin, Kepala ANRI, juga membenarkan jika Supersemar yang disimpan ANRI itu adalah palsu. Seperti dimuat dari Indocropcircles dan dilansir dari Merdeka, Selasa (11/3/2014), Supersemar yang disimpan di etalase arsip negara itu kini ada tiga versi, yaitu:

1. Surat berasal dari Sekretariat Negara. Surat itu terdiri dari dua lembar, berkop Burung Garuda, diketik rapi dan di bawahnya tertera tanda tangan beserta nama Sukarno.

2. Surat berasal dari Pusat Penerangan TNI AD. Surat ini terdiri dari satu lembar dan juga berkop Burung Garuda. Ketikan surat versi kedua ini tampak tidak serapi pertama, bahkan terkesan amatiran. Jika versi pertama tertulis nama Sukarno, versi kedua tertulis nama Soekarno.

3. Surat yang terakhir diterima ANRI ini terdiri dari satu lembar, tidak berkop dan hanya berupa salinan. Tanda tangan Soekarno di versi ketiga ini juga tampak berbeda dari versi pertama dan kedua. Surat ini merupakan versi surat yang paling aneh.

Jika memang ketiga versi surat tersebut adalah palsu, di manakah Supersemar yang asli? Menurut Benedict Anderson, pakar sejarah Indonesia asal Amerika Serikat, Supersemar yang asli sengaja dihilangkan. Hal itu didapatkan Anderson dari pengakuan seorang tentara yang bertugas di Istana Bogor, tempat Supersemar dibuat. Selain itu, Supersemar asli seharusnya berkop surat Markas Besar Angkatan Darat (MBAD), bukan kop surat dengan lambang Burung Garuda seperti yang ada sekarang. Sayangnya tidak diketahui identitas dari tentara yang memiliki informasi tersebut.

Jika ternyata benar Supersemar yang disimpan di ANRI adalah palsu, bagaimana dengan isi dari Supersemarnya? Apakah sama? Tujuan awal pembuatan Supersemar ini sebenarnya adalah untuk pengamanan negara. Namun surat ini kemudian dimanipulasi, dan dijadikan alat untuk pemindahan kekuasaan, dari Soekarno ke Soeharto.  Dugaan itu semakin kuat saat setahun setelah penyerahan Supersemar atau 12 Maret 1967, Soeharto diangkat sebagai Presiden menggantikan Soekarno tanpa proses pemilu.

Soekarno sendiri sudah merasakan firasat buruk ketika dipaksa menandatangani surat itu. Yang menyuruh Soekarno untuk menandatangani surat tersebut adalah empat orang Jenderal, bukan tiga orang seperti yang diketahui sebelumnya. Keempat orang itu adalah suruhan Soeharto. Surat itu tidak segera ditandatangani Sukarno. Dia sempat bertanya tentang mengapa kop surat itu dari Markas Besar Angkatan Darat. Seharusnya Surat Perintah itu berkop surat kepresidenan. Pertanyaan itu tidak dijawab oleh keempat Jenderal itu, dan mereka menyuruhnya untuk langsung tandatangan saja.

Surat yang ditandatangani oleh Soekarno tanpa mengerti isi surat itulah yang kita namakan dengan Supersemar, atau Soekarno menyebutnya dengan SP Sebelas Maret. Setelah ditandatangan, beberapa hari berikutnya Soekarno mulai melihat tanda-tanda Supersemar yang disebutnya SP Sebelas Maret itu mulai â??dimainkanâ? oleh Soeharto. Karena itu Bung Karno menekankan berkali-kali dalam pidatonya, dirinya tidak bermaksud mengalihkan kekuasaannya pada Soeharto.

Mungkinkah Supersemar sengaja dinyatakan hilang untuk menghilangkan bukti manipulasi? Betulkah naiknya Soeharto sebagai presiden adalah inskonstitusional karena bertentangan dengan amanat Supersemar? Dan karenanya Supersemar mesti lenyap secara misterius? Apakah bisa dipercaya begitu saja bahwa dokumen negara sepenting itu bisa hilang? Jika memang Supersemar yang ada sekarang tidak dimanipulasi, apa buktinya? Kenapa Supersemar mesti dibuat dan mengapa pula Soekarno harus dipaksa untuk menandatanganinya?

Ada banyak teori yang bisa memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang kebanyakan adalah teori konspirasi. Namun yang jelas, Supersemar di etalase ANRI masih dipertanyakan keasliannya. Meski UU Kearsipan mengatur ancaman pidana bagi penyembunyi arsip negara, hukuman untuk pemegang Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) nampaknya tidak terlalu ketat. Bahkan, Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) menjanjikan penghargaan bagi mereka yang mengembalikan surat sakti dari Soekarno ke Soeharto itu. Mungkin Anda merupakan penemunya? Siapa tahu. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
80
Love
OMG OMG
70
OMG
Yaelah Yaelah
100
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
90
Keren Nih
Ngakak Ngakak
20
Ngakak