Kisah Jembatan Kediri Telah Bertahan Selama 144 Tahun


Pada 18 Maret lalu , jembatan di Kota Kediri merayakan hari jadinya yang ke 144 tahun. Jembatan yang telah ada sejak tahun 1869 ini, dahulu digunakan dan dioperasikan oleh kolonial Belanda sebagai jembatan â??Groote Postwegâ?.

Seperti yang dilansir merdeka.com, Sytze Westerban yang merupakan chief engineer dari pembangunan jembatan Kediri pada abad ke-18. Sytze Westerban lahir di Belanda pada 29 November 1836, meninggal dunia. 17 Oktober 1876 di Batavia. Setelah memperoleh ijazah insinyur sipilnya pada tahun 1859, atas perintah Menteri koloni pada 4 Februari 1860 Sytze diangkat ke direktur pekerjaan umum di Hindia Belanda.

Jembatan Kediri ini dibangun menggunakan konstruksi besi yang didirikan di atas tiang sekrup yang dipasang di dalam sungai. Jembatan yang berada di atas Kali Brantas di Kediri adalah jembatan besi pertama di Jawa.

Pada tahun 1954, jembatan Kediri ini pernah diterjang aliran arus sungai Brantas yang sangat deras sehingga menyebabkan pagar-pagar penyangga pada jembatan roboh, namun karena konstruksinya begitu kuat jembatan ini tidak mengalami pergeseran sedikitpun.

Sungai Brantas sendiri adalah sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo. Panjang Sungai Brantas sendiri kurang lebih 320 km. Mata air sungai Berantas berasal dari desa Sumber Brantas (Kota Batu) yang berasal dari simpanan air Gunung Arjuno, lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung , Kediri, Jombang dan Mojokerto.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
40
Love
OMG OMG
30
OMG
Yaelah Yaelah
60
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
50
Keren Nih
Ngakak Ngakak
80
Ngakak