Aâ??ish, Makanan Khas Mesir untuk Semua Kalangan


Jika makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, maka beda halnya dengan orang Mesir. Makanan pokok orang-orang Mesir adalah A’ish (diucapkan ‘ish). Jika disuruh memilih antara aâ??ish dengan nasi, maka orang Mesir pasti memilih aâ??ish.

Bentuk dari a’ish ini bisa dibilang tidak begitu menarik. Untuk ukuran masyarakat Indonesia, terutama yang memiliki standar kebersihan lebih, aâ??ish pasti tidak mengundang selera. Selain berwarna coklat terang keabu-abuan, remah-remah gandum yang masih melekat memberikan kesan berpasir.

Dilansir dari blog Daengibeng, Minggu (30/3/2014), aâ??ish terbuat dari gandum. Kalau di Indonesia mirip seperti bakpao, hanya saja lebih pipih dan ukurannya tiga kali lebih besar. Sebagaimana roti, aâ??ish dibuat dengan cara dipanggang, namun rasanya berbeda. Rasa aâ??ish merupakan campuran tawar dan asam.

Sebagai makanan pokok, aâ??ish bisa dihidangkan dengan makanan apa saja di Mesir. Namun ada hidangan tertentu yang biasanya menemani aâ??ish, yaitu toâ??miyah, semacam perkedel, atau saksuka, semacam acar dari olahan telur, tomat, dan bawang dengan rasa asam. Selain itu ada juga full, kuah kacang semacam kuah ketoprak dan gado-gado tetapi rasanya tawar.

Harganya aâ??ish relatif murah, yaitu 1 Le atau setara dengan Rp 1650 untuk 10 buah a’ish. Untuk ukuran porsi orang Mesir, sekali makan bisa menghabiskan 10 buah. Keunggulan makanan ini adalah tidak akan basi, atau rusak, karena jika sudah disimpan beberapa hari, a’ish bisa digoreng lagi dan hasilnya akan seperti kerupuk pangsit di Indonesia. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak