Suku Himba â?? Kecantikan Yang Menyala


The ladies start the day with a few hours of morning â?beauty ritualâ? . Mereka mengoleskan campuran lemak mentega dengan mineral khusus berwarna merah serta wewangian dari daun semak ke sekujur tubuhnya. Selain sebagai tabir surya dan pengusir serangga, krim ini membuat kulit terlihat berkilau kemerahan, symbol dari warna tanah yang kaya dan darah yang merupakan representasi kehidupan.

Rambut mereka dikepang kecil dan turut dilapisi campuran mineral hingga kaku dan kecoklatan. Rambut wanita yang sudah menikah disibak ke belakang dan memiliki hiasan kulit bagian atas, sementara kepangan rambut anak perempuan yang menginjak masa puber dibuat menutupi wajah.

Sebagai suku monoteis, suku Himba menyembah Mukuru sebagai dewa yang dipercaya memberikan berkah. Jika dewa tersebut sedang tidak dapat menjawab mereka, arwah nenek moyang akan menjadi perwakilan Mukuru. Suku Himba hidup secara semi-nomaden sambil beternak. Setiap desa dipimpin oleh tetua pria dan terdiri dari keluarga besar. Pembagian kerja antara pria dan wanita cukup berbeda dari suku lainnya.

Selain mengurus para anak kecil, wanita Himba banyak melakukan pekerjaan berat seperti membangun rumah dan mencari kayu. Urusan politik dan hukumlah yang diserahkan pada kaum pria. Keunikan suku Himba lainnya adalah system keturunan yang bilateral demi bertahan hidup dari kondisi alam yang keras. Setiap orang merupakan anggota dari dua klan yaitu klan ibu dan ayahnya, sehingga ada dua pihak yang dapat diandalkan dalam keadaan darurat. (jow)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
41
Love
OMG OMG
30
OMG
Yaelah Yaelah
60
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
50
Keren Nih
Ngakak Ngakak
80
Ngakak