STORY: Anakku, Selalu Mencoba Membunuhku


Tidak ada yang menyangka anak lelaki bertubuh mungil, berambut pirang, memiliki mata biru yang indah, dan mempunyai senyuman yang seindah malaikat ini tega membunuh ingin membunuh ibu kandungnya sendiri. Namun kenyataannya, Little JJ yang berusia sembilan tahun memiliki temperamen yang tinggi dan berulang kali membahayakan nyawa ibunya.

Bobbi sang ibu berkata bahwa anakna itu mengalami kelainan tingkah laku yang tidak seharusnya dimiliki oleh anak seusianya. JJ memiliki temperamen san kekuatan yang tidak terbayangkan. Bahkan Bobbi selalu dipukul, ditendang, hingga ditarik rambutnya oleh JJ. Yang lebih parah lagi, Little JJ pernah mendorong ibunya ke truk yang sedang berjalan dan berniat membunuhnya.

Dikutip dari mirror.co.uk (Kamis, 19/6/2014), JJ dikeluarkan dari sekolah karena telah menyebabkan dua orang gurunya mengalami kerusakan pada bagian retina dan patah pergelangan tangan.

Namun, Boobi bukanlah satu-satunya ibu yang mengalami kejadian seperti itu, Tercatat ada lebih dari 11.000 kasus di Amerika setiap tahunnya kekerasan pada orang tua yang disebabkan oleh anaknya sendiri karena anak tersebut mengalami penyimpangan perilaku. Isla Downey, seorang senior praktisi keluarga dari Dewan Kota Southampton, mengatakan, “Kekerasan terhadap orang tua adalah masalah tersembunyi, dan hanya sedikit masyarakt yang peduli itu.”

“Alasan masalah ini disembunyikan adalah rasa bersalah dan malu. Bagaimana bisa seorang anak melukai ibunya sendiri,” Isla menambahkan.

Kisah miris yang terjadi pada Bobbi dan anaknya ini kini menjadi sebuah dokumenter salah satu televisi swasta di Amerika. Acara yang berjudul “My Violent Child” ini menayangkan kehidupan sehari-hari Bobbi dan Little JJ yang sebenarnya.

JJ diketahui menderita obsessive compulsive disorder (OCD) pada usia tiga tahun dan juga menderita oppositional defiant disorder (ODD) pada usia tujuh tahun. Setahun kemudian pada usia delapan tahun, dokter mendiagnosa bahwa JJ juga menderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan Asperger syndrome.

Bobbi tahu bahwa perilaku anaknya ini tidak normal dan tidak beres. Yang Ia butuhkan adalah pengertian dan kepedulian dari semua pihak bahwa anak seperti ini perlu bantuan. Anak yang terlihat normal di jalanan, namun sebenarnya sangat rapuh.

Bobbi berharap agar anaknya ini bisa menjadi anak yang normal dan banyak orang yang peduli terhadapnya. Kini, Ia hanya bisa bertahan dan menjaga JJ agar selalu aman dan terlindungi.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
80
Love
OMG OMG
70
OMG
Yaelah Yaelah
100
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
90
Keren Nih
Ngakak Ngakak
20
Ngakak