Diduga Sakit Hati, Pelaku Membakar Rumah Pipik


Pria berinisial IV rupanya sudah dua bulan tinggal di rumah Pipik Dian Irawati untuk belajar agama Islam. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Pipik justru kerap melihat gelagat tidak baik dari IV.

“Saat dia datang, dia ingin belajar agama dia ingin masuk Islam. Terus ya saya menyambut baik. Ketika kita mengislamkan, dia sering ke rumah dan sering datang ke rumah dan mengaji. Saya enggak pernah nyuruh dia tinggal di rumah, tetapi sering nginap,” ucap Pipik.

Terbukti, kecurigaan Pipik benar. Lantaran tak lama setelah ia diminta pulang, pelaku malah membakar rumah Pipik. Bahkan, semua peristiwa itu sudah direncanakan sebelumnya.

Lalu pada hari Jumat (20/6) dini hari, IV pun melancarkan aksinya. IV membakar rumah Pipik, dan mencuri jutaan uang yang tergeletak di ruang rias saat kebakaran berlangsung.

Pihak kepolisian pun mengungkapkan, kebakaran yang terjadi saat itu bukanlah karena faktor korsleting listrik, melainkan sengaja dilakukan pelaku IV karena motif sakit hati.

“Motifnya dikarenakan sakit hati. Kemudian dengan apa yang dia lakukan, dia menggunakan korek api gas dan dia bakar gorden di lantai satu,” ucap Kombes Wahyu Hadiningrat, Kapolres Metro Jakarta Selatan, seperti dilansir Kapanlagi, Selasa (1/7/2014)

“Setelah melakukan pembakaran jam 4 pagi, yang bersangkutan keluar rumah dari garasi dan melihat kobaran api besar. Dan dia berusaha untuk mengeluarkan korban. Dan dia melihat ada kesempatan mengambil uang yang dimasukkan ke gitar dan digunakan untuk membeli barang,” lanjutnya

Wahyu mengatakan, tersangka diduga sakit hati lantaran diminta pulang oleh Pipik . Dari situlah IV merasa tidak senang. Alhasil, ia berencana melakukan pembakaran disertai pencurian. “Yang saya gali adalah motifnya sakit hati. Rabunya dia tidak lagi tinggal di situ. Dan kemudian dia tinggal (tidur) di taman,” jelasnya. (nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak