Foto Dirut KAI Tidur di Kereta Gemparkan Jagat Maya


Dunia maya belakangan ini diramaikan dengan beredarnya foto Direktur Utama (Dirut) PT KAI pada (Senin, 4/8/2014) yang tertidur pulas di dalam sebuah gerbong kereta. Ignatius Jonan, tertidur lelap di atas kursi penumpang kereta api ekonomi penataran jurusan Magelang-Surabaya.

Dalam foto yang tersebar di jejaring sosial, terlihat Dirut PT KAI tersebut tidur masih dengan pakaian seragam lengkap dan kaos kaki hitam yang masih menempel di kakinya. Selain itu, Ia juga menggunakan jaket sebagai alas untuk kepala. Ignatius terlihat sangat lelap dalam tidurnya.

Menurut penuturan anak buah Ignasius di PT KAI, sang Dirut belum pulag ke rumah selama 15 belas hari terhitung dari tanggal 20 Juli 2014 demi memantau keadaan arus mudik dan arus balik yang terjadi selama musim mudik lalu.

“Pak Jonan itu, memantau arus mudik hanya membawa baju seragam PT KAI 4 biji. Tidak bawa koper yang isinya macam-macam. Foto itu sempat diperlihatkan pada beliau, dia hanya tersenyum saja.” kata juru bicara PT KAI, Sugeng Priyono kepada merdeka.com.

Seorang yang telah mengabadikan momen Ignasius tertidur di kereta adalah pengamat kebijakan publik Agus Prambagio. Foto tersebut Ia unggah pada 31 Juli 2014 lalu di halaman Facebook PT KAI Indonesia.

Banyak yang memuji kinerja Ignatius di jejaring sosial Twitter namun tak sedikit pula yang mencibirnya karena tertidur saat bertugas.

“Menterinya keren bawahannya keren!” ujar Yusuf Harfi @YusufHarfi di Twitter. “Ignatius Jonan, Dirut PT KAI ini emang keren. Meski KAI sering dimaki2, gak ada yg tau byk perubahan penting dan positif sejak di bwh dia,” kicau akun @ninasamidi.

Bahkan ada pengguna Twitter yang mengatakan sang Dirut layak menjadi Menteri Perhubungan, “Dirut KAI Ignatius Jonan itu layak dipertimbakan jadi Menteri Perhubungan menggantikan E.E. Mangindaan,” kicau seorang pengguna dengan akun @Lucky_HS.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak