VIDEO: Maâ??nene, Ritual Pembersihan Mumi di Toraja


Toraja adalah salah satu suku yang berdiam di daerah pegunungan Latimojong, wilayah Utara dari Propinsi Sulawesi Selatan. Meskipun saat ini masyarakatnya tidak lagi menganut keyakinan yang diwariskan dari nenek moyang mereka, tetapi nilai dan ajaran â??aluq tudoloâ? tetap dipegang teguh dan dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Aluq tulodo” merupakan tradisi suku Toraja, dimana seseorang harus mengagungkan kematian kerabat yang meninggal dunia. Kematian bagi masyakat suku Toraja, adalah inti dan puncak pencapaian kehidupan paling agung menuju keabadian di â??puyaâ? (arasy). Itulah sebabnya, sebelum menuju ke mahligai nirwana di â??puyaâ?, pemakaman jenazah menjadi momentum paling sakral dalam perjalanan hidup di muka bumi ini.

Guna mencapai ketenteraman di â??puyaâ?, setiap mayat harus melakukan pembersihan diri sebagai penebus dosa. Untuknya, setiap jenazah yang akan dikubur, sedapat mungkin diberi bekal sebanyaknya sesuai kemampuan keluarga. Bekal yang dimaksud adalah roh sejumlah hewan yang dikurbankan pada saat pesta pemakaman â??rambu soloâ? dilaksanakan. Roh sejumlah hewan yang dikurbankan itu diharapkan mampu mengiring-iringi sang jenazah menuju â??puyaâ?.

Suku Toraja meyakini kalau jenazah itu itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari kerabat keluarganya yang masih hidup. Itu sebabnya, di Toraja sebagian keluarga terus memperhatikan jenazah kerabatnya, dan setidaknya dibersihkan setiap setahun sekali. Ritual pembersihan yang disebut â??maâ??neneâ? ini dilakukan dengan cara mengeluarkan â??mumiâ? mayat dari peti untuk dibersihkan.

Dilansir dari Kaskus, Senin (1/9/2014), ritual ini terinspirasi dari kisah nenek moyang mereka ratusan tahun lampau, Pong Romasek seorang pemburu binatang, saat tengah berburu di hutan belantara, ia menemukan sesosok mayat tergeletak dan mengenaskan. Pong Rumasek tergugah, ia membawa pulang mayat itu, lalu membersihkan dan memberi pakaian bersih yang digunakannya. Sejak itu, setiap kali berburu, selalu mendapat banyak binatang buruan. Bahkan selalu mendapat buah segar yang berlebihan. Perkebunan dan persawahan milik masyarakat di kampungnya, pun selalu menuai hasil panen yang melimpah ruah. Sejak itulah Pong Rumasek menyadari bahwa merawat orang yang telah meninggal dunia, tidak jauh lebih mulia dari merawat kekerabatan dengan orang yang masih hidup.

Bila Anda ingin melihat bagaimana jalannya tradisi membersihkan mumi ini, Anda bisa langsung lihat video di atas. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak