FOTO: Sosok 2 WNI yang Dibunuh di Hong Kong


Dua WNI bernama  Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena harus mengalami nasib naas saat bekerja di Hong Kong. Diketahui, Sumarti Ningsih berasal Brebes, Jawa Tengah, dan Jessre Lorena berasal dari Sulawesi Tenggara.

Kedunya secara tragis dibunuh oleh seorang bankir asal Inggris, Rurik Jutting. Jasad mereka ditemukan tak bernyawa di sebuah apartemen di Hong Kong pada akhir pekan lalu.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (5/11), pelakunya yang diketahui bernama Rurik George Caton Jutting, resmi ditangkap pihak berwajib pada Sabtu lalu setelah ditemukan dua mayat wanita di apartemennya di distrik Wan Chai.

Pada tahun 2011 silam, Ningsih pergi ke Hong Kong melalui PT Arafah Bintang Perkasa. Selama 2 tahun 8 bulan, dia bekerja di wilayah bekas koloni Inggris ini. Namun, muncul dugaan bahwa Ningsih selama di Hong Kong berprofesi ebagai pekerja seks komersial.

Tak hanya itu, muncul fakta bahwa dua wanita itu ternyata mendalami dunia hiburan malam. Jesse bekerja sebagai disc jockey (DJ) di sebuah klub malam. Sedangkan, Ningsih terlihat wara-wiri di area diskotik. Hal ini pun dibuktikan dengan beberapa foto Jesse di akun facebooknya yang terlihat sedang duduk di area klub malam.

Jesse terlihat amat seksi dengan mengenakan dress ketat berwarna abu-abu. Bahkan, dalam foto itu, Jesse terlihat memegang gelas yang berisi minuman. Saat berfoto, Jesse pun menebarkan senyum manisnya ke arah kamera.

Berbeda dengan Jesse, sosok Ningsih terlihat lebih kalem saat berfoto. Perhatikan saja foto-foto Ningsih. Ia berfoto dengan andalan senyumnya. Busana Ningsih saat foto pun tergolong sopan. Salah satu fotonya menggambarkan, Ningsih berpakaian kemeja panjang bermotif kotak-kotak yang berbawahan celana jeans pendek. Kala itu, Ningsih berfoto sambil menaiki motor.

Berikut adalah foto-foto dua WNI yang dibunuh secara tragis di Hong Kong. (nha)

 


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak