Ogah Gemuk? Hindarilah Asap Rokok


Dewasa ini, rokok dapat menimbulkan berbagai macam penyakit mematikan bagi penggunanya seperti jantung, kanker, impotensi, gangguan janin, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, seseorang sangat tidak diperbolehkan untuk merokok meski dalam jumlah dikit.

Ternyata, tak hanya membahayakan penggunanya saja. Asap rokok yang dikeluarkan pengguna juga berdampak buruk bagi orang lain yang notabene menjadi penghisap asap rokok. Pasalnya, asap rokok dapat meningkatkan resiko kegemukan. Gemuk di sini artinya bertambahnya berat badan dalam kapasitas yang tak sehat.

Bahkan, jika sang perokok pasif menghirup asap rokok dari orang lain di lingkungannya, mereka akan menjadi rentan mengalami gangguan metabolisme.

“Bagi orang yang serumah dengan perokok, khususnya anak-anak, peningkatan risiko masalah kardiovaskular dan metabolisme sangat besar,” kata Benjamin Mikman dari Brigham Young University selaku peneliti melakukan pengamatan tersebut, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (7/11/2014).

Penelitian ini melibatkan tikus untuk uji coba. Pengamatan itu menunjukkan bahwa berat badan relatif meningkat ketika diberi paparan asap rokok. Racun itu dapat mengubah sel mitokondria, mengganggu fungsi normalnya dan menghambat sel-sel tersebut untuk merespons insulin.

“Sekali orang mengalami resistensi insulin, tubuh akan membutuhkan lebih banyak insulin. Dan setiap kali insulin meningkat, semakin banyak lemak yang terbentuk dalam tubuh Anda,” lanjut Benjamin.

Terlepas dari penelitian ini, sebuah penelitian lain di Amerika Serikat menunjukkan, sekitar 50% populasi penduduk terkena asap rokok yang tidak diisapnya sendiri. Sebanyak 20% anak-anak di negara tersebut terpapar asap rokok karena tinggal serumah dengan para perokok aktif.

Selain itu, perokok aktif juga berisiko terserang nyeri punggung kronis dibandingkan dengan seseorang yang bukan perokok. Ini diungkapkan oleh sebuah peneliti di Northwestern Medicine.

“Dengan cara itu risiko nyeri punggung yang hebat akan berkurang. Sebab, merokok dapat memengaruhi otak yang nantinya berkaitan dengan timbulnya masalah nyeri pada punggung,” ujar Petre.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak