Bersantap Ikan Bakar di Tembok Berlin-nya Sorong


Akhir tahun 80-an, Tembok Berlin dihancurkan sebagai tanda penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada waktu itu pula sebuah tembok panjang dibangun di Kota Sorong untuk membatasi daratan dari lautan. Penduduk lokal lantas menamai tembok itu sebagai Tembok Berlin. Ya, Tembok Berlin pindah dari Jerman ke Sorong. Namun, tak seperti di Jerman yang menyimbolkan perpisahan dan kesedihan, Tembok Berlin di Sorong justru menyimbolkan kesenangan dan kebersamaan.

Tembok Berlin begitu terkenal di Kota Sorong. Tempat ini menjadi tempat berkumpul bagi keluarga di hari Minggu yang cerah sembari melihat kapal yang berlayar di lautan. Tak hanya itu, tempat ini selalu ramai saban sore hingga malam hari. Sejak pukul 17.00 tenda-tenda mulai berdiri dan kita bisa makan di sana.

Sebagai sebuah kota di tepi laut, tak heran jika di kota ini ikan dan seafood menjadi makanan yang paling dicari oleh pendatang atau wisatawan. Kita bisa dengan mudah temukan ikan segar besar-besar yang siap kita santap. Pilih saja warungnya, lalu pilih ikannya. Tiap warung akan memajang ikan-ikan segar di depannya. Ikan sebesar telapak tangan akan jarang kita temui. Yang dua kali lipatnya banyak. Banyak pula yang karena terlalu besar, ikan mesti dipotong 3-4 bagian.

Dilansir dari Kabar Kuliner, Senin (1/12/2014), ikan-ikan di sini dimasak dengan cara dibakar saja tanpa bumbu apapun. Jadi rasa ikan masih sangat asli. Ikan disuguhkan dengan sepiring kecil sambal colo-colo yang terbuat dari irisan cabai dan tomat segar. Jangan lupa pesan cah kangkung atau capcay yang sudah lengkap dengan seafood. Sungguh, ikan segar yang besar, sambal colo-colo yang segar, dan sayur yang lezat membuat kita tak mau menunda menyantapnya.

Jika kamu malas makan ikan, kamu bisa juga pesan aneka seafood lainnya, mulai cumi, udang, hingga kepiting. kamu juga bisa minta semua itu dimasak dengan bumbu apa saja, seperti misalnya goreng tepung, asam manis, masak mentega, lada hitam, atau lainnya. Bilang saja ke penjual yang kebanyakan berasal dari Jawa. Warung-warung di sini juga biasa menyediakan ayam untuk tamu yang tidak ingin makan ikan atau seafood. Harga ikan dan seafood di sini rata-rata sama antara warung satu dengan lainnya. Siapkan saja Rp 150-200 ribu untuk makan 3 orang. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak