Naik MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta di Jakarta Fair 2011


Ada sesuatu yang unik di Jakarta Fair 2011, arena PRJ Kemayoran dimeriahkan dengan adanya stand MRT Jakarta. Ketika saya menyambangi stand yang berbentuk replika MRT Jakarta lengkap dengan stasiunnya itu, para pengunjung PRJ 2011 begitu antusias mencoba MRT Jakarta. Dari press release penyelenggara Pekan Raya Jakarta 2011, stand MRT Jakarta yang terletak di Hall B ini dikunjungi setidaknya 6.000 orang per hari. Ramainya stand MRT Jakarta ini sepertinya menjadi pertanda penduduk Jakarta yang menginginkan transportasi massal yang lebih bisa mengatasi kemacetan Jakarta.

MRT menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan Jakarta. Di stand MRT Jakarta itu saya mendapatkan alasan kenapa Jakarta memerlukan angkutan massal yang bisa mengangkut banyak penumpang dalam waktu yang relatif cepat. Saat ini tercatat total 4,3 juta motor dan 2,4 juta mobil yang memenuhi jalanan Jakarta. Bahkan dalam sehari ada 186 mobil dan 986 motor baru yang semakin menambah sesaknya kota Jakarta. Dalam hitungan presentase, pertambahan jumlah kendaraan sebanyak 8 persen per tahun hanya diimbangi dengan pertambahan jalan sebesar 0,01 persen. Dari hitungan itu, bisa diprediksikan kapan Jakarta akan mengalami kemacetan total.

Mass Rapid Transit menjadi salah satu solusi yang dipilih oleh pemerintah DKI Jakarta dengan menyediakan sarana transportasi publik yang andal, cepat, aman, dan nyaman. Dengan semakin cepatnya waktu tempuh diharapkan MRT dapat memberikan dampak positif pada perkembangan ekonomi dan perbaikan kualitas hidup warga Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta juga sudah menghitung sebanyak 48.000 pekerjaan baru seiring pembangunan proyek MRT Jakarta ini. MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Bundaran HI diharapkan bisa mengangkut 412.000 penumpang per harinya. Dengan pembangunan MRT Jakarta, kemacetan Jakarta perlahan-lahan mulai diuraikan.

Pembangunan MRT Jakarta dilakukan secara bertahap dengan jalur MRT Jakarta Tahap I sebagai proyek awal. Jalur MRT Tahap I akan menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI melalui jalur sepanjang 15,2 kilometer. Jalur itu terbagi menjadi dua jalur, yaitu 9,2 kilometer jalur jalan layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah. Jalur jalan layang itu akan melewati tujuh stasiun MRT Jakarta, yaitu antara lain stasiun Lebak Bulus, stasiun Fatmawati, stasiun Cipete Raya, stasiun Haji Nawi, stasiun Blok A, stasiun blok M, dan stasiun Sisingamangaraja. Selanjutnya mulai dari Bundaran Senayan sampai Bundaran HI, MRT Jakarta akan melewati jalur bawah tanah. Jalur bawah tanah ini akan melewati stasiun Bundaran Senayan, stasiun Istora, stasiun Benhil, stasiun, Setiabudi, stasiun Dukuh Atas, dan stasiun Bundaran HI.

Proyek MRT Jakarta Tahap I itu direncanakan selesai pada tahun 2016 dan akan menghemat waktu tempuh menjadi hanya 30 menit saja. Setelah proyek MRT Jakarta Tahap I selesai, pembangunan jalur MRT Jakarta Tahap II Bundaran HI â?? Kampung Bandan akan dimulai. Jalur MRT Jakarta Tahap II ini akan melalui stasiun Kebon Sirih, stasiun Monas, stasiun Harmoni, stasiun Glodok, stasiun Kota, dan stasiun Kampung Bandan. Jalur sepanjang 8,1 kilometer ini terbagi menjadi jalur bawah tanah dari Bundaran HI sampai Kota dan akan dilanjutkan dengan jalur biasa dari Kota sampai Kampung Bandan. Jalur yang direncanakan selesai pada tahun 2018 ini bisa menawarkan perjalanan selama 22,5 menit dari Bundaran HI ke Kampung Bandan.

Pembangunan MRT Jakarta memang masih lama. Setidaknya kita harus menunggu lima tahun lagi untuk merasakan naik MRT Jakarta Lebak Bulus â?? Bundaran HI. Namun Anda bisa merasakan pengalaman naik MRT Jakarta di Hall B arena Pekan Raya Jakarta 2011. Ayo naik MRT Jakarta di Jakarta Fair 2011.

Sumber: giewahyudi.com


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak