STORY: Lepas Pekerjaan, Pria Ini Sukses Jadi Pengusaha Kayu


Dewasa ini banyak orang yang berangapan setelah lulus sekolah atau kuliah haruslah memiliki pekerjaan. Karena umumnya pendidikan di Indonesia mengajarkan para siswanya untuk menjadi seorang pekerja di sebuah perusahaan, bukan menjadi wirausaha. Namun orang yang satu ini melepas pekerjannya untuk menjadi pengusaha.

Dikutip dari kompascom (Jumat, 30/1/2015), akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998, Hamid seorang lulusan sarjana FE UI harus menggantungkan dasinya karena perusahaan tempatnya bekerja tak bisa lagi menggaji karyawan dan akhirya terpaksa melakukan PHK.

Hamid adalah salah satu korban PHK kala itu. Keluar dari zona nyaman tidaklah mudah bagi Hamid. Berdasarkan penuturan seorang temannya bernama Rhenald Khasali, Hamid kemudian berlayar menjadi seorang tukang kayu. Tepatnya menjadi pemasok kayu-kayu langka dari pohon yang sudah mati dan tumbang.

Ia merupakan pecinta alam, Hamid tak pernah sembarangan menebang pohon. Ia hanya menebang pohon yang sudah tua dan mati karena kayu yang bagus berasal dari batang pohon yang sudah mati dan tumbang. Dari situ Ia menjadi pengusaha furnitur yang sukses karena memiliki banyak pohon yang Ia tanam dan kelola sendiri. Dirinya sangat telaten dalam mengelola pohon-pohon miliknya. Jika Ia membuat satu meja besar, maka ada banyak ribuan pohon yang kembali ditanam. Itulah caranya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Rhenald pun begitu kagum dengan sosok Hamid yang berani mengeksplorasi diri dan tidak takut menghadapi dunia luar. Seseorang perlu keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Keluar dari zona aman berarti Anda berani untuk mengeksplorasi diri Anda lebih jauh lagi, karena kemampuan manusia itu terus berkembang tidak tetap sampai disitu.

Jangan menjudge diri Anda hanya memiliki kemampuan sampai disitu, teruslah berkembang dan berkarya sampai nanti Anda menjadi tua.(dea)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak