Another Trip to the Moon, Film Bermodal Nol Rupiah


Di Berlin, Jerman pada Februari tiga tahun lalu, Ismail Basbeth mengutarakan ide cerita tentang film “Another Trip to the Moon” kepada aktris Ladya Cheryl. Ismail juga bilang bahwa ide ceritanya itu akan dibuat jadi film pada suatu saat nanti. Di Berlin, Ismail dan Ladya tengah hadir dalam Berlin International Film Festival (Berlinale). Ismail terpilih masuk untuk program Berlinale Talent Campus, sedangkan Ladya datang karena film yang dimainkannya, “Postcards from the Zoo” karya Edwin, masuk kompetisi utama di Berlinale.

“Waktu itu sudah dapat ide dasarnya, tapi ceritanya belum dapat. Tapi terus dicari. Pulang ke Indonesia, ngobrol sama BW Purba Negara, lalu dia bilang, ‘Kalo kamu nggak bisa menuliskannya dalam bentuk yang rumit, kata-kata yang ada di dalam kepalamu disusun saja sejujurnya, jadi kayak puisi.’ Mungkin keterbatasan saya saja. Saya nggak bisa pakai kata-kata yang sudah saya pakai di film-film saya sebelumnya,” ungkap Ismail Basbeth pada Sabtu pekan lalu di SAE Indonesia di bilangan Pejaten, Jakarta, seperti dilansir dari Muvilacom, Kamis (29/1/2015).

“Another Trip to the Moon” adalah film fiksi panjang pertama Ismail Basbeth. Sebelumnya, Mail telah menyutradarai beberapa film pendek. Film “Another Trip to the Moon” berhasil masuk kompetisi utama Hivos Tiger Awards dalam International Film Festival Rotterdam (IFFR) ke-44 di Belanda yang akan berlangsung hingga 1 Februari mendatang. Film ini bersaing dengan 12 film lain dari berbagai negara memperebutkan tiga penghargaan.

“Saya memulai proyek ini nol rupiah. Saya nggak punya uang, hanya punya ide. Setelah ngobrol sama Meiske Taurisia (produser film, red), ia bilang, ‘Kalo yakin, jalan saja, bikin filmnya’. Lalu ngobrol dengan Andhy Pulung (produser) dan Amir Pohan (co-producer), ya sudah diputuskan bikin sendiri. Waktu itu kita punya uang sangat sedikit, tapi dari modal semangat dan skrip yang sudah jadi dan keterima Hubert Bals Fund, ya udah kita push untuk syuting,” kata Ismail yang juga memproduseri filmnya ini bersama Suryo Wiyogo, selain juga Cornelio Sunny sebagai co-producer.

Kisah “Another Trip to the Moon” mulanya berkutat pada dua tokoh utama perempuan. Asa (Tara Basro) dan Laras (Ratu Anandita) yang hidup berdua di tengah hutan. Setiap malam, mereka tidur meringkuk di tempat yang mirip sarang burung raksasa. Pakaian mereka mirip busana tradisional milik perempuan indian tradisional yang kerap kita lihat di film-film lawas Hollywood. Setiap hari, tanpa bertukar tutur kata, mereka mandi bareng di sungai dan makan dari hasil buruan maupun tetumbuhan. Mereka saling melengkapi. Sampai kemudian Laras tertimpa musibah, dan Asa jadi sendirian. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak