REVIEW: Film ‘2014’


Tema politik bisa dibilang adalah tema yang jarang diangkat di dunia film Indonesia. Namun sutradara ternama Hanung Bramantyo memberanikan diri membuat film semacam ini yang bertajuk ‘2014’. Film ‘2014’ yang menceritakan tentang pemilihan presiden di Indonesia ini tadinya dijadwalkan tayang pada agustus 2013, saat di mana pemilu sedang menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Namun akhirnya ‘2014’ diputuskan tayang di bioskop-bioskop Indonesia di bulan februari ini.

Hanung sendiri memutuskan untuk membuat film yang mengangkat politik sebagai temanya karena dirinya tak ingin anak-anak muda Indonesia tak peduli terhadap keadaan politik negaranya sendiri.

Sinopsis Film ‘2014’

‘2014’ memiliki tokoh utama bernama Ricky Bagaskoro (Ricky Nazar). Walaupun ayah Ricky, Bagas Notolegowo (Ray Sahetapy) turut mencalonkan diri pada pemilihan umum presiden tahun ini, Ricky tidak terlalu peduli terhadap keadaan politik Indonesia seperti banyak remaja Indonesia pada umumnya.

Ricky berpendapat bahwa dunia politik adalah dunia yang kotor dan penuh tipu muslihat. Iapun tak pernah menyetujui langkah-langkah politis yang diambil oleh ayahnya sendiri dalam mengembangkan karir politiknya. Hal ini membuat hubungan Ricky dengan Bagas menjadi tidak harmonis, meskipun ibu Ricky, Ningrum (Donna Harun) selalu berusaha untuk kembali merekatkan hubungan ayah dan anak yang dingin itu.

Dalam pemilu presiden tahun 2014 sendiri ada tiga nama yang ikut mencalonkan diri selain Bagas, yaitu Faisal Abdul Hamid (Rudi Salam) dan Syamsul Triadi (Akri Patrio). Sejauh ini Bagas masih unggul, terutama karena visi dan misinya untuk menghapuskan korupsi dari Indonesia. Namun posisi Bagas yang ada di atas ini membuat ada pihak-pihak yang tak senang dan bahkan berniat untuk menjatuhkan dirinya.

Di sinilah halangan-halangan mulai merintangi langkah Bagas untuk menjadi presiden. Bagas dijebak hingga dirinya diseret polisi karena dituduh melakukan suatu tindak kriminal. Mau tak mau Bagas harus dapat membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah jika tak mau tersingir dari dunia politik untuk selama-lamanya.

Dijebaknya Bagas ini pun akhirnya membuat Ricky menjadi penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ia diam-diam berusaha melakukan penyelidikan sendiri. Dalam usahanya ini, Ricky tak sengaja bertemu seorang pengacara handal, Krishna Dorojatun (Donny Damara). Krishna adalah pengacara terbaik di Indonesia, dia tak pernah kalah sekalipun di atas meja hijau dan dia dimintai tolong oleh Ricky untuk membantunya membongkar kasus yang menimpa Bagas.

Anak Krishna, Laras (Maudy Ayunda) turut melihat kegigihan Ricky. Gadis inipun tertarik untuk ikut membantu Ricky. Usaha mereka berdua ternyata beberapa kali merepotkan pihak kepolisian, terutama Iptu Astri (Atiqah Hasiholan) yang bertugas mengamankan kasus Bagas. Tak hanya itu saja, pihak-pihak yang turut menjebak Bagas pun tak senang dengan usaha Ricky dan Laras dan memutuskan untuk mengambil langkah yang bisa mendiamkan mereka. Keselamatan Ricky dan Laras pun terancam.

Di situlah, Ricky, Laras dan juga teman-teman mereka menjadi sadar atas kerasnya dunia politik.

Detail Film ‘2014’

Sutradara : Hanung Bramantyo, Rahabi Mandra
Produser :  Celerina Judisari, Hanung Bramantyo
Pemain : Rizky Nazar. Ray Sahetapy, Donny Damara, Maudy Ayunda, Rudi Salam, Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Donna Harun, Deddy Sutomo, Akri, Fauzan Smith
Genre : Drama, Politik
Tanggal Rilis Perdana : Februari 2015


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak