Ditemukan Lubang Hitam Terbesar di Alam Semesta


Sebuah lubang hitam (black hole) supermasif berukuran 12 miliar kali lebih besar dari matahari ditemukan oleh tim ilmuwan. Lubang hitam di pusat quasar itu digambarkan seperti mercusuar terang di alam semesta yang jauh. Quasar merupakan obyek yang sangat kuat dan ditenagai oleh lubang hitam supermasif di pusatnya yang terus menerus menangkap materi di sekelilingnya.

Sifat quasar sendiri, sejak ditemukan tahun 1963, diketahui tetap menjadi misteri sampai kini. Tetapi, tim ilmuwan berteori bahwa materi terang itu dihasilkan karena ditelannya seluruh materi di sekeling nya ke dalam lubang hitam raksasa tersebut.

Dilansir dari Daily Mail dan ABC News, Senin (2/3/2015), obyek baru bernama SDSS J0100 + 2802 itu terletak pada galaksi jauh yang berjarak 12,8 miliar tahun cahaya dari bumi.

Ilmuwan memperkirakan lubang hitam tersebut sudah terbentuk 900 juta tahun setelah big bang (dentuman besar), salah satu teori awal lahirnya alam semesta.

Lubang hitam yang pertama kali diamati pada tahun 2013 dengan teleskop Lijiang 2,4 meter di Yunnan, Tiongkok, diketahui 6 kali lebih besar dibanding lubang hitam lainnya yang ditemukan pada era yang hampir bersamaan.

Para astronom tidak bisa menjelaskan bagaimana lubang hitam sangat besar itu bisa terbentuk begitu cepat setelah bintang-bintang dan galaksi pertama muncul.

Dr Fuyan Bian, dari Australian National University, yang terlibat dalam penemuan, menjelaskan: “Membentuk lubang hitam besar begitu cepat seperti itu sulit untuk menafsirkannya dengan teori-teori saat ini. Lubang hitam di pusat quasar ini mendapatkan massa yang sangat besar dalam waktu singkat.”

Quasar ini ditemukan setelah para astronom melakukan survei terhadap benda bercahaya yang jauh menggunakan data dari beberapa teleskop besar di seluruh dunia. Sampai saat ini hanya 40 quasar yang dikenal memiliki pergeseran merah yang lebih tinggi dari enam, yang merupakan tolok ukur yang digunakan untuk menentukan batas alam semesta awal.

SDSS J0100 + 2802 dibentuk segera setelah akhir dari ‘zaman reionisation,’ yang menciptakan alam semesta yang dipenuhi bintang yang kita kenal sekarang.

“Quasar ini sangat unik. Kami sangat gembira, ketika kami menemukan bahwa ada semacam quasar bercahaya yang sangat besar hanya 0,9 miliar tahun setelah big bang,” kata Profesor Xue-Bing Wu dari Peking University di Tiongkok.

“Temuan tersebut sangat mengejutkan karena menghadirkan tantangan serius terhadap teori pertumbuhan black hole di masa-masa awal pembentukan alam semesta,” lanjutnya.

Kendati demikian, Avi Loeb dari Jurusan Astronomi Harvard meyakini bahwa kemungkinan blackhole raksasa ini terbentuk dari dua lubang hitam yang bergabung. Bisa juga lubang hitam ini berasal dari ledakan bintang purba yang sangat besar. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
80
Love
OMG OMG
70
OMG
Yaelah Yaelah
100
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
90
Keren Nih
Ngakak Ngakak
20
Ngakak