STORY: Miliarder Termuda, Baru 24 Tahun Punya 19 Triliun


pemuda sukses

Menjadi sukses tak harus menunggu umur tua dulu. Sebab, kesuksesan tak dipengaruhi oleh umur manusia. Keberhasilan bisa dicapai melalui perjuangan dan kerja keras seseorang dalam menekuni usaha yang ia jalankan.

Kali ini, JadiBerita akan mengulas kisah kesuksesan pria bernama Evan Spiegel. Evan berhasil dinobatkan sebagai miliarder termuda di dunia versi Forbes. Mau tahu kisah selengkapnya? Mari simak cerita di bawah ini.

Evan yang memiliki paras tampan ini berusia 24 tahun. Di usianya yang masih tergolong muda, Evan sudah mempunyai total kekayaan mencapai US$ 1,5 miliar dolar atau Rp 19,5 triliun.

Angka ini termasuk nilai fantastis untuk pria semuda Evan. Seperti dilansir laman Forbes, Jumat (06/03), Evan menduduki jabatan CEO Snapchat. Ini merupakan perusahaan pengirim pesan foto tempores yang didirikannya bersama Bobby Murphy pada tahun 2011 silam.

Lantaran kerja keras Evan mengembangkan Snapchat, omset perusahaan itu pun meningkat di bulan Februari kemarin sebesar US$ 19 miliar dari tahun lalu yang bernilai US$ 10 miliar.

Dalam memajukan perusahaan itu, Evan melakukan ide cemerlang dengan cara menulis beberapa email yang kemudian dipublikasikan secara terbuka. Di bulan Desember lalu, Evan diberikan sambutan hangat dari rekan-rekan teknologi dan pers untuk memperkuat bisnisnya.

Evan yang tinggal di Los Angeles ini pun menempuh pendidikan desain produk di Stanford University. Di sana, Evan bertemu dengan Murphy. Keduanya memiliki perbedaan usia dua tahun. Murphy sendiri merupakan mahasiswa jurusan matematika di perusahaan yang sama.

Setelah menjalin pertemanan akrab, Evan dan Murphy sepakat mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat mengirim pesan foto ke kontak tertentu. Dengan waktu yang diatur di sana, Snapchat akan menghapus foto dalam 10 detik atau kurang cukup dengan berkata Cilukba.

Snapchat berhasil diluncurkan pada tahun 2011. Hingga saat ini, Snapchat telah digunakan lebih dari 100 juta orang setiap bulan secara gratis.

Usai menolak diakuisisi oleh Facebook, Evan dan Murphy mempertahankan sekitar 15% kepemilikan saham. Alhasil, bisnis perusahaan baru itu pun meningkat tajam. Berkat kesuksesan bisnisnya itu, Evan menjadi pria termuda yang memiliki harta melimpah ruah. “Sangat sedikit orang di dunia yang bisa membangun bisnis seperti ini,” ujar Evan

(nha)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
100
Love
OMG OMG
90
OMG
Yaelah Yaelah
20
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
10
Keren Nih
Ngakak Ngakak
40
Ngakak