REVIEW: Film ‘Avengers: Age of Ultron’


Film “Avengers: Age of Ultron” yang merupakan sekuel “The Avengers” yang rilis tahun 2012 akhirnya dapat disaksikan mulai kemarin di bioskop-bioskop Tanah Air. Kesuksesan dari film pertamanya yang mampu meraup keuntungan sebesar Rp 19,6 triliun dari pemutarannya di seluruh dunia, rupanya membuat “Avengers: Age of Ultron” menjadi salah satu film yang dinantikan perilisannya di tahun ini.

Indonesia sangat beruntung karena berkesempatan menayangkannya lebih awal, yaitu 22 April kemarin. Padahal di Amerika Serikat, filmnya baru tayang 1 Mei mendatang. Lantas, bagaimanakah filmnya?

Tentunya, aksi Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, dan Hawkeye, lebih seru ketimbang film pertama yang rilis 2012 lalu. Adegan pertempuran mereka berenam pun langsung dijadikan pembuka film garapan Marvel Studios-Disney ini.

Dikutip dari Rollingstonecoid, Kamis (23/4/2015), cerita dalam film “Avengers: Age of Ultron” bermula saat Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.), Thor (Chris Hemsworth), Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo), Steve Rogers/Captain America (Chris Evans), Natasha Romanoff/Black Widow (Scarlett Johansson), dan Clint Barton/Hawkeye (Jeremy Renner) berencana akan rehat sejenak dari aksi mereka. Tony Stark pun memutuskan melanjutkan proyek pembuatan sebuah program penjaga perdamaian yang diberi nama Ultron. Namun tanpa disangka, Ultron malah memiliki maksud jahat dengan berniat menghancurkan seluruh umat manusia di muka bumi. Dengan kondisi seperti itu, kelima pahlawan super tersebut akhirnya bersatu kembali untuk menggagalkan niat jahat Ultron tersebut.

Menelusuri keseluruhan filmnya, “Avengers: Age of Ultron” memiliki keunggulan yang lebih baik dalam hal efek visual ketimbang film pertama. Bahkan, adegan aksinya ditampilkan dalam porsi yang sangat banyak, mulai dari awal film, pertengahan, hingga klimaks.

Peranan setiap karakter pun dibuat lebih mendalam melalui adegan kilas balik masing-masing. Di sini, Avengers sudah menjadi sebuah tim, dan mereka tampak kompak. Ada juga beberapa adegan yang seolah merupakan konflik kecil pemicu perpecahan.

Dari segi dialog dan hubungan yang terjalin antar karakter sendiri juga diperlihatkan secara tidak kaku dan selayaknya dilakukan oleh manusia pada umumnya. Salah satunya dapat dilihat dalam hubungan yang terjalin antara Natasha Romanoff/Black Widow dengan Bruce Jenner/Hulk. Dalam satu adegan, mereka terlihat membicarakan ketakutan dan masa lalu masing-masing yang mana hal itu cukup membuktikan aspek psikologis mereka tidaklah sekuat penampilan fisiknya.

Sebagai bumbu dalam film ini, Joss Whedon selaku sutradara menambahkan dua karakter baru, yakni Quicksilver (Aaron Tylor-Johnson) yang memiliki kemampuan lari secepat kilat dan juga Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi pikiran. Di dalam film, dideskripsikan bahwa Quicksilver adalah sosok yang cepat dan Scarlet Witch adalah sosok yang aneh.

Bumbu asmara di film pertama memang hampir tidak ada sama sekali. Namun di sini, akan ada kisah percintaan yang cukup mengejutkan antara dua tokohnya. Bahkan, hal tersebut menjadi momen kunci yang sangat menarik.

Beralih ke Ultron yang jadi inti cerita. Mungkin kamu penasaran sekejam apa Ultron dalam film ini. Namun sayangnya, kamu tak akan menemukan kekejaman Ultron dalam menghadapi orang-orang sipil. Ini mungkin strategi studio yang memotong beberapa adegan tersebut agar filmnya aman ditonton remaja.

Disamping keunggulan, film ini juga memiliki kelemahan dibandingkan film pertamanya. Beberapa di antaranya adalah kemunculan Ultron yang begitu tiba-tiba, cerita yang berjalan terlalu cepat, serta watak Scarlet Witch dan Quicksilver yang dirasa kurang tergali. Padahal, keduanya dibuat sangat dominan dalam hal aksi. Kekompakan tim pun seolah mengurangi rasa greget yang ada di film pertama.

Terlepas dari kelemahan tersebut, film ini tetap merupakan tontonan wajib bagi para pecinta film superhero, terutama Marvel. Tentunya, bukan franchise Marvel Cinematic Universe namanya kalau tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan film-film sebelumnya serta rahasia terselubung yang saling berhubungan. Banyak sekali rahasia yang bisa digali dengan menonton kembali film-film sebelumnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak