Sindrom Kelelahan Kronis


Apa itu? Sindrom Kelelahan Kronis atau Chronic Fatique Syndrome (CFS) adalah suatu keadaan atau kondisi yang ditandai dengan kelemahan, berupa kurang tenaga dan lesu yang disertai dengan keluhan fisik, fungsional, sistem syaraf dan kejiwaan.

Penyakit ini juga dikenal dengan nama Myalgic Encephalomyelitis (ME). Konon, penyakit ini diderita oleh sekitar 17 orang di dunia. Saat ini, diperkirakan prevalensi CFS sekitar 7 sampai 3000 kasus per 100.000 orang dewasa. Sindrom ini lebih sering terjadi pada kaum perempuan dibanding laki-laki. Di Amerika terdapat sekitar 1 juta â?? 4 juta penderita penyakit ini sedangkan di Inggris diperkirakan terdapat sekitar 250.000 penderita. Namun di Indonesia, penyakit ini tergolong baru dan masih belum ada data akurat mengenai penderitanya.

Lalu apa gejalanya?

Biasanya, penderita penyakit ini mengeluhkan gejala yang mirip flu, namun bedanya, flu si penderita tidak kunjung sembuh dan berlangsung selama berbulan-bulan. Penderita sindrom kelelahan kronis biasanya mengalami gejala demam, sakit kepala, rasa ngantuk berlebih dan kelelahan fisik yang luar biasa selama rata-rata 6 bulan atau lebih. Penderitanya sering mengeluhkan kelelahan hebat, nyeri pada sendi dan otot tetapi tanpa ada pembengkakan, sakit kepala dan nyeri pada kelenjar-kelenjar getah bening yang menahun, seperti misalnya di leher atau ketiak.

Apa Penyebabnya?

Pertanyaan ini masih belum bisa dijawab dengan tepat dan tuntas oleh para dokter. Namun mereka mengatakan, dari teorinya penyebab penyakit ini sangat luas, bisa karena ketidakseimbangan hormonal, penurunan kekebalan tubuh, kelainan syaraf hingga gangguan psikologis. Namun ada fakta menarik bahwa dari sebuah penelitian, rata-rata orang-orang yang menderita syndrome ini memiliki gangguan tekanan darah rendah.

Ada teori lain pula yang baru-baru ini dikemukakan. Sekelompok peneliti tentang CFS ini menemukan bahwa pada 67% penderita syndrome ini terdapat virus XMRV (xenotropic murine leukemia virus-related virus). Mereka mengatakan bahwa jumlah tersebut terbilang cukup besar, mengingat virus XMRV biasanya hanya terdapat sekitar 4% saja di sebuah populasi masyarakat.

Namun mereka juga menambahkan, bahwa belum ada kesimpulan apapun yang dapat ditarik dari penemuan ini. Mereka menolak untuk menyimpulkan keterkaitan virus XMRV terhadap syndrome CFS.

Jika Penyebabnya belum jelas lalu bagaimana mengobatinya?

Nah, tentu saja seorang dokter ahli akan member anda saran yang lebih lengkap tentang pertanyaan ini. Namun  biasanya, dokter akan melakukan dua terapi yang berkesinambungan, yaitu dengan obat dan juga menyarankan perbaikan kualitas hidup.
Untuk obat, biasanya diberikan;

  • Antihistamin
  • Antidepresan
  • Obat-obatan anti depresan dosis rendah bisa menolong mengurangi rasa sakit, depresi dan gangguan tidur.
  • Antivirus

Jika diyakini penyebabnya adalah virus, semisal XMRV, biasanya akan diberikan obat antivirus yang sesuai. Menurut sebuah sumber, untuk virus XMRV, obat Raltegravir adalah yang paling efektif mencegah replikasi virus XMRV. Obat ini juga digunakan pada penderita HIV. Ada lagi tiga obat yang lain yang terkadang juga digunakan, yaitu L-00870812, zidovudine (ZVC) dan Tenofovir Disoprocil Fumarate (TDF). Menurut para dokter, campuran dua jenis dari beberapa obat tersebut efektif untuk mencegah replikasi XMRV

Terapi Fisik

Selain itu, biasanya dokter menyarankan terapi fisik untuk anda lakukan. Beberapa tipsnya adalah sebagai berikut;

  • Kurangi dan jauhi stress
  • Usahakan tidur dengan cukup
  • Berolahraga secara teratur
  • Jagalah pola hidup sehat
  • Hindari kegiatan yang berlebihan menguras energy
  • Perbanyak minum air

Nah, tentu saja semua ini adalah wacana untuk menambah pengetahuan anda. Konsultasikan dengan dokter ahli tentang apa yang anda rasakan atau konsultasikan lagi apa yang anda baca disini dengan dokter anda. Semoga kita semua bisa tetap sehat.

(www. cdc.gov/cfs/)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak