Serba-serbi Pesawat Hercules C-130 yang Jatuh di Medan


Belakangan ini publik dibuat heboh dengan adanya berita sebuah pesawat Hercules C-130 buatan tahun 1964 jatuh di pemukiman penduduk di Medan dan menimbulkan korban. Padahal, pesawat tersebut bisa dikatakan cukup canggih. Secanggih apa? Berikut ini spesifikasi pesawat Hercules C-130, seperti dihimpun jadiBerita dari berbagai sumber.

Hercules C-130 (Bintang)
Hercules C-130 (Bintang)

Pesawat Hercules C-130 memiliki spesifikasi panjang 29,8 meter, tinggi 11,6 meter, rentang sayap 40,4 meter, dengan berat kosong pesawat sekitar 38 ribu kg.

Daya jelajah pesawat mencapai 3.800 km, dengan kecepatan 540 km/jam, dan kecepatan maksimum 610 km/jam. Ketinggian terbang pesawat ini sekitar 10.000 km. Dalam posisi penuh, tangki bahan bakar mampu memuat 953 ribu gallon.

Pesawat Hercules C-130 merupakan pesawat terbang yang didesain dan diproduksi oleh Lockheed Martin, perusahaan pesawat yang berbasis di Amerika Serikat. Pesawat ini bermesin empat turboprop dengan sayap tinggi (high wing), dan dioperasikan oleh 4-6 awak (2 pilot, 1 loadmaster, 1 teknisi). Kapasitas penumpang pesawat ini mencapai 92 orang (sipil), atau 64 prajurit lintas udara (militer), atau 74 pasien dengan tambahan 2 tenaga medis. Pesawat ini mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek atau tidak disiapkan.

Hercules C-130 juga merupakan pesawat yang paling banyak dipakai di dunia untuk membawa pasukan militer dan warga sipil. Awalnya, pesawat ini hanya digunakan untuk membawa tentara. Tapi dalam perkembangannya, dimanfaatkan juga untuk pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, ambulans udara, dan pengangkut logistik bencana alam.

Daya angkut pesawat ini mencapai 20 ribu kg. Termasuk 2-3 kendaraan tempur Humvees atau sebuah kendaraan angkut personel lapis baja M113. Pesawat ini juga memiliki kapasitas muatan mencapai 33 ribu kg. Berat maksimum saat lepas landas adalah 70.300 kg.

Hercules C-130 (Bintang)
Hercules C-130 (Bintang)

Hercules C-130 tercatat sebagai salah satu pesawat dengan masa produksi terpanjang. Dari tahun 1954 sampai saat ini, pesawat itu terus diproduksi, tentunya dengan berbagai pembaharuan untuk generasi barunya.

Yang menarik, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di luar Amerika Serikat yang mengoperasikan Hercules C-130. Latar belakangnya adalah Allan Pope, pilot swasta Amerika Serikat, yang ditembak jatuh dan ditangkap PRRI/Permesta pada tahun 1958.

Dalam buku “Hercules, Sang Penjelajah: Skuadron Udara 31” terbitan TNI AU, keberadaan Hercules di Indonesia bermula dari kunjungan Presiden Soekarno kepada koleganya, Presiden Amerika Serikat John F Kennedy pada akhir 1959. Kennedy berterima kasih atas kesediaan Indonesia melepas Pope, pilot CIA berstatus sipil yang memperkuat AUREV-Permesta, yang ditembak jatuh Kapten Udara Penerbang Dewanto dalam pertempuran udara.

Ini juga merupakan satu-satunya “dog fight” bersenjata dan dimenangi oleh penerbang tempur TNI AU hingga kini.

Kennedy menawarkan “pengganti” Pope kepada Soekarno. Berdasarkan “keperluan” dari Panglima AU, Laksamana Madya Udara Suryadarma, AURI memerlukan pengganti pesawat transportasi de Havilland Canada DHC-4 Caribou.

Pilihan kemudian jatuh kepada Hercules C-130B, dalam kunjungan Soekarno ke pabriknya, Lockheed (belum bergabung dengan Martin). Akhirnya, 10 unit C-130B bisa diterbangkan dengan proses melalui feri ke Tanah Air. Itulah pertama kalinya terjadi penerbangan feri terjauh untuk semua jenis pesawat terbang. C-130B AURI terbang sejauh 13.000 mil laut melintasi tiga samudra dari pabrikan ke negara operatornya. 

Hercules C-130 (Bintang)
Hercules C-130 (Bintang)

Fakta menyatakan, pendaratan pertama C-130B Hercules ke Tanah Air dilakukan Mayor Udara Penerbang S Tjokroadiredjo, Letnan Muda Udara II A Cargua, Sersan Mayor Udara S Wijono, dan Kapten Udara Navigator The Hing Ho.

Disebabkan jumlahnya yang cukup banyak, pada tanggal 19 Februari 1962, didirikanlah Skuadron Udara 31 angkut berat, diikuti Skuadron Udara 32 pada 29 Desember 1965. Yang unik, C-130B saat itu kemudian berdampingan dengan Antonov An-12 buatan Uni Soviet di Skuadron Udara 31.

Sebetulnya, masih ada beberapa varian Hercules C-130 yang dioperasikan TNI AU (kemudian), yaitu satu versi sipil Hercules C-130, L-100-30, yang lalu dikonversi ke militer (A-1314) dan C-130HS (A-1341) yang didedikasikan pada Skuadron Udara 17 VIP.

Sampai saat ini, TNI AU mengoperasikan hingga 28 unit Hercules C-130 dari berbagai varian, terbanyak di belahan selatan dunia. Jika hibah sembilan unit Hercules C-130 dari Australia telah tiba semuanya, akan semakin banyak lagi “koleksi” Hercules C-130 kita, yakni terdaftar hingga 37 unit. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak