Siswi Madrasah Bengkulu Bikin Bahan Bakar dari Limbah Plastik


Kini semakin banyak siswa maupun siswi yang terus berkreasi untuk menciptakan inovasi baru yang tentunya bisa untuk mendukung kehidupan yang lebih baik. Sebelumnya ada siswa SMP yang membuat alat mengubah energi ombak menjadi listrik, kini ada lagi inovasi dari siswi Madrasah Aliyah.

Menumpuknya limbah plastik minuman mineral, kemasan gelas dan botol serta bentuk lainnya di lingkungan sekitar menarik perhatian dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bengkulu, Sumaria Desi dan Citra Kurnia Sari. Mereka melakukan penelitian dan menghasilkan temuan berupa bahan bakar.

Kedua siswi kelas XII IPA 3 dan XII IPA I ini saat ditemui di sekolahnya mengungkapkan, penelitian yang mereka lakukan selama beberapa bulan itu berangkat dari kekhawatiran terhadap menumpuknya sampah plastik.

Ilustrasi limbah plastik (Agrowindo)
Ilustrasi limbah plastik (Agrowindo)

“Sampah plastik banyak bertebaran, di semua tempat, maka kami merasa tertantang untuk memanfaatkan limbah plastik itu menjadi bahan berguna,” kata Sumaria dan Citra Kurnia, dikutip dari Kompascom, Jumat (28/8/2015).

Dibantu Weniarti, guru bidang studi Kimia, maka terciptalah bahan bakar sejenis bensin dari limbah plastik. Kedua siswi itu tak canggung menjelaskan proses pembuatan bahan bakar itu.

Mereka mengungkapkan, pekerjaan pembuatan dilakukan sangat sederhana. “Kami mengumpulkan sampah plastik seperti sisa botol minuman mineral, dibersihkan lalu dicacah, usai dicacah bahan baku itu dimasukkan ke dalam tabung penyulingan yang dipanaskan dengan api,” cerita Sumaria Desi.

Untuk memperbanyak hasil, ditambahkanlah sampah kaleng dan sekam padi sebagai katalisator. Selanjutnya, dari tabung penyulingan dialirkan uap pembakaran plastik, kaleng dan sekam padi menuju kondensor.

Pada kondensor juga diberikan satu pipa air dan satu pipa yang mengalirkan uap jika dikumpulkan menjadi bensin. “Setelah bensin didapat maka dilakukan lagi penyulingan kedua untuk hasil bensin yang bersih, hasil penyulingan itu telah didapat, bensin dengan bau, bentuk dan sifat layaknya bensin kebanyakan dan dapat terbakar,” tambah Weniarti.

Meski demikian, hasil penyulingan untuk mendapatkan bensin itu diakui mereka masih belum bersih dan dibutuhkan proses pemurnian lebih lanjut atau dikenal bleaching. “Untuk bleaching dibutuhkan bahan tambahan sayangnya bahan tersebut tak ada di Bengkulu,” tambah Weni.

Dari 1 kg sampah plastik, dapat dihasilkan 400 ml bensin. Hanya saja sejauh ini bensin hasil temuan para siswi tersebut belum dicoba untuk kendaraan bermotor karena dibutuhkan pemurnian akhir.

Para siswi dan guru berharap Pemerintah Daerah dapat menindaklanjuti hasil temuan itu agar dapat berguna bagi masyarakat umum. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak