5 Permainan Tradisional Indonesia yang Memacu Adrenalin


Setiap daerah di Indonesia mempunyai banyak kebudayaan, termasuk di dalamnya ada sebuah permainan tradisional. Di antara permainan tradisional yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, ada beberapa di antaranya cukup berbahaya jika dilakukan tanpa keahlian khusus, namun tetap seru dan bisa memacu adrenalin. Berikut kelima permainan tradisionalnya seperti dilansir dari Boombastiscom, Jumat (25/9/2015).

1. Pacu Jawi, Sumatra Barat

Pacu Jawi (Boombastis)
Pacu Jawi (Boombastis)

Dalam bahasa Minang, Pacu Jawi artinya adalah Balapan Sapi dan merupakan sebuah permainan tradisional yang berasal dari daerah Tanah Datar, Sumatra Barat. Permainan ini biasanya dilakukan setelah panen, untuk mengisi waktu luang para petani di sana. Saat permainan dimulai, sang joki harus menggigit ekor kedua sapi tersebut agar dapat berlari dengan cepat. Sapi yang dinyatakan menang, adalah sapi yang dapat berlari dengan cepat dan paling lurus pada sebuah lintasan yang ada di sawah-sawah

2. Fahombo, Nias

Fahombo (Boombastis)
Fahombo (Boombastis)

Fahombo, atau populer dengan nama Lompat Batu Nias, merupakan olahraga permainan yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Awalnya, ini adalah sebuah ritual pendewasaan, tapi saat ini telah menjadi sebuah tradisi yang sering dipertontonkan kepada para wisatawan. Dalam permainan ini, kita harus melompati batu berbentuk monumen piramida setinggi 2 meter. Dibutuhkan teknik khusus untuk melakukan permainan Lompat Batu ini. Karena kalau tidak mendarat dengan posisi yang benar, kita bisa mengalami cedera otot atau patah tulang.

3. Ujungan, Banyumas

Ujungan (Boombastis)
Ujungan (Boombastis)

Ujungan pada awalnya adalah sebuah ritual untuk memanggil hujan yang dilakukan oleh masyarakat Banyumas setiap musim kemarau. Dalam ritual ini, akan ada sepasang lelaki dewasa yang bertarung menggunakan sebilah rotan dengan panjang 75 cm. Para petarung akan saling pukul dengan rotan tersebut, tapi masing-masing hanya boleh memukul bagian pinggang ke bawah sang lawan. Konon, semakin banyak darah yang keluar dari tubuh pemain, maka akan semakin cepat pula hujan akan turun.

4. Laliang, Sumba Barat

Laliang (Boombastis)
Laliang (Boombastis)

Laliang sebenarnya hanyalah sebuah permainan sepak bola. Akan tetapi, bola yang dipakai dalam permainan ini bukanlah bola yang terbuat dari karet, melainkan bola api. Dalam permainan yang berasal dari Sumba Barat ini, peserta harus menendang bola tersebut dalam keadaan api yang menyala. Hanya orang bernyali yang mau memainkan permainan ini.

5. Sepak Bola Gajah, Way Kambas

Sepak Bola Gajah (Boombastis)
Sepak Bola Gajah (Boombastis)

Di Taman Nasional Way Kambas, setiap sorenya akan ada atraksi para gajah yang bermain bola. Aturan mainnya pun tak jauh beda, sang gajah harus menendang bola dan memasukkannya ke dalam gawang. Tentunya untuk bisa bermain dengan baik, dibutuhkan ketangkasan dari sang penunggang alias sang pawang. Salah-salah bisa gajahnya menabrak penonton. (tom)

 


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak