Ilmuwan Temukan Cara Hidup Lebih Lama


Ilmuwan terus melakukan penelitian untuk membuat kehidupan manusia menjadi semakin baik. Tak jarang mereka melakukan percobaan terhadap dirinya sendiri untuk sebuah penelitian. Seperti yang dilakukan seorang profesor kontroversial Rusia berikut ini.

Anatoli Brouchkov, ilmuwan sekaligus kepala Geocryology Department di Moscow State University ini menginginkan kehidupan abadi. Ia bereksperimen dengan cara menyuntikkan dirinya sendiri menggunakan bakteri berusia 3,5 juta tahun bernama Bacillus F.

Anatoli Brouchkov (Siberian Times)
Anatoli Brouchkov (Siberian Times)

Dilansir dari New York Post, Jumat (2/10/2015), Brouchkov beranggapan bahwa bakteri 3,5 juta tahun itu adalah kunci untuk membuat manusia menjadi abadi. “Saya mulai bisa bekerja dalam kurun waktu yang lebih lama. Saya tidak menderita flu sejak dua tahun belakangan,” tutur Brouchkov.

Menurut Brouchkov, apa yang dilakukannya tak berbahaya. Apalagi, bakteri tersebut terlacak dalam perairan di sekitar permafrost. “Permafrost yang mencair mengirimkan bakteri ke perairan, jadi penduduk setempat, orang-orang Yakut (Yakutia), dalam waktu lama berinteraksi dengan bakteri yang mengontaminasi air,” kata Brouchkov. “Dan hasilnya, mereka hidup lama daripada suku lain. Jadi, tak akan berbahaya bagi saya.”

Bacillus F (CDC)
Bacillus F (CDC)

Meski bukan percobaan ilmiah yang layak, Anatoli Brouchkov mengklaim, bakteri itu punya efek positif bagi dirinya. “Ini sebetulnya belum sepenuhnya menjadi sebuah eksperimen ilmiah karena perlu dilakukan di klinik, jadi saya belum bisa menjelaskan efek nyatanya secara profesional. Namun sangat jelas bagi saya bahwa saya tak mengalami flu selama dua tahun,” Brouchkov menekankan.”Menurut saya akan sangat menarik jika kita mencoba kultur bakteri purba sepert ini.”

Brouchkov mengatakan, pihaknya masih melakukan eksperimen terhadap bakteri tersebut. “Kami harus mengetahui bagaimana bakteri ini mencegah penuaan,” kata dia.

Hasil penelitian juga menunjukkan, bakteri ini memegang peranan dalam kesuburan dan juga mampu menyembuhkan tanaman. Menjabarkannya sebagai “sensai ilmiah” dan “obat mujarab kehidupan”, Epidemiologist Yakutsk Dr Viktor Chernyavsky mengatakan, “Bakteri ini memberikan zat aktif biologis sepanjang hidupnya yang mengaktifkan kekebalan tubuh hewan percobaan.”

Ilustrasi bakteri (Thikstok)
Ilustrasi bakteri (Thikstok)

“Jika substansi yang sama diberikan pada manusia, ini bisa menimbulkan peningkatan signifikan terhadap kesehatan dan menuntun pada penemuan dari ‘obat mujarab kehidupan’,” imbuhnya. Viktor juga mempercayai jika ada bakteri yang hidup kekal dan tidak bisa mati. Jika para ilmuwan berhasil menemukan cara membuat sel manusia tidak bisa rusak seperti pada bakteri tersebut, maka manusia tidak akan pernah menjadi tua.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
40
Love
OMG OMG
30
OMG
Yaelah Yaelah
60
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
50
Keren Nih
Ngakak Ngakak
80
Ngakak