FOTO: Kerasnya Perjuangan Anak-anak Pedalaman untuk Pergi Sekolah


Bagi anak sekolah, berangkat sekolah bisa jadi merupakan kegiatan yang kurang disukai. Namun hal ini mau tak mau harus dilakukan untuk bisa mendapatkan pendidikan. Bersyukurlah bagi kita yang hidup di kota besar masih mudah mendapatkan pendidikan, meski harus terjebak macet, karena masih ada anak-anak lain yang harus berjuang untuk bisa sampai sekolah.

Foto-foto yang di akhir tulisan ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan dan pengorbanan bocah-bocah ini untuk mendapat pendidikan. Misalnya anak-anak di daerah Bijie, Cina, yang harus melewati jalan selebar setengah meter di pinggiran tebing curam yang sangat tinggi dan curam untuk berangkat ke sekolah tiap harinya.

Lalu ada juga bocah asal Brasil yang harus meluncur menggunakan kabel baja seperti Flying Fox saat perjalanan berangkat ke sekolah. Setiap harinya dia harus melayang sejauh 800 meter dengan ketinggian 400 meter di atas aliran sungai Rio Negro.

Ada juga anak-anak sekolah dasar di desa terpencil sebelah selatan ibukota Manila, Filipina. Mereka setiap harinya harus menggunakan ban bekas untuk menyeberangi sungai yang arusnya deras. Begitu juga dengan anak-anak di Vietnam, yang terpaksa harus berenang menyeberangi sungai di daerah Trong Hoa untuk bisa mencapai sekolah.

Di Indonesia sendiri juga sama, masih ada anak-anak daerah pedalaman yang harus berjuang untuk berangkat sekolah. Misalnya seperti anak-anak sekolah di Desa Sanghiang Tanjung yang harus melewati jembatan rusak, atau anak-anak sekolah di Desa Batu Busuk, Padang, yang harus bergelantungan di kabel baja bekas jembatan yang sudah rusak di atas aliran sungai.

Setelah melihat foto di bawah ini, mungkin kamu yang masih anak sekolah akan berpikir lagi untuk bolos sekolah. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
80
Love
OMG OMG
70
OMG
Yaelah Yaelah
100
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
90
Keren Nih
Ngakak Ngakak
20
Ngakak