5 Rising Band Indonesia 2015


Ada banyak band-band yang terbentuk tahun 2015 ini, baik indie maupun yang major label. Di antara band-band tersebut, ada beberapa band yang bersinar untuk tahun ini. Siapa saja mereka? Berikut 5 rising band Indonesia tahun 2015, seperti dilansir jadiBerita dari berbagai sumber.

1. Barasuara

Barasuara (Kaskus)
Barasuara (Kaskus)

Barasuara adalah sebuah band yang dibentuk oleh Iga Massardi bersama Marco Steffiano, Tj Kusuma, Gerald Situmorang dan Cabrini Asteriska pada tahun 2011. Musik yang mereka mainkan adalah daur ulang dari nafas psychedelic, rock, folk, blues dan jazz dengan lirik Indonesia yang kental. Barasuara mengedepankan ritme dan energi yang menerjang adrenalin dengan lirik yang bercerita tentang memori, semangat dan kemerdekaan pikiran. Iga sebelumnya dikenal sebagai gitaris The Trees And The Wild, Tika & The Dissidents, dan Soulvibe. Kemudian Gerald Situmorang adalah pemusik jazz yang sering mengiringi Indra Lesmana, Eva Celia, Monita dan bersama band-nya Sketsa. Dan Marco Steffiano adalah music director sekaligus pengisi drum dari band pengiring penyanyi Raisa. Barasuara tleh menelurkan satu album berjudul “Taifun”, yang terbilang sukses dan mendapat respon positif dari para kritikus musik.

2. Payung Teduh

Payung Teduh (Tribunnews)
Payung Teduh (Tribunnews)

Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi. Sadar akan eksplorasi bunyi dan performa panggung, pada tahun 2008 Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai guitalele player pada tahun 2010. “Angin Pujaan Hujan” ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti “Kucari Kamu”, “Amy”, “Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan”, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti “Resah”, “Cerita Tentang Gunung dan Laut”, serta karya Amalia Puri yang berjudul “Tidurlah” dan “Malam”. Dan pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung tahun 2010. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden 60â??s dengan balutan keroncong dan jazz. Dan jika ditanya jenis musik apa yang diusung oleh Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya kepada pendengar, dalam pengertian bahwa Payung Teduh tidak akan hanya berhenti di satu genre tertentu.

3. Sore

Sore (Reverbnation)
Sore (Reverbnation)

Sore dibentuk oleh tiga teman masa kanak-kanak (Ade Paloh, Mondo Gascaro & Awan Garnida). Pada akhir tahun 2001 Awan Garnida membawa dua teman-teman lain (Bembi Gusti & Reza Dwiputranto) untuk membentuk kelompok yang mereka sebut Sore (yang memang berarti “sore” dalam bahasa Indonesia). Pada bulan Juli 2005 mereka merilis album debut mereka yang berjudul “Centralismo”. Sore memiliki keunikan yang tak dimiliki band lain, yaitu semua anggotanya bermain musik dengan cara kidal, meskipun mereka sendiri bukan orang kidal. Sepanjang perjalanan karir dalam bernusik Sore telah menelurkan beberapa album selain “Centralismo”, di antaranya: “Ports of Lima” (2008), “Sombreros Kiddos” (2010), dan “Sorealist” (2013). Tahun 2015 ini mereka kembali membuat karya berjudul “R14”.

4. Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca (Greeners)
Efek Rumah Kaca (Greeners)

Efek Rumah Kaca atau sering disebut ERK adalah sebuah band yang beranggotakan Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (bass, backing vokal) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, backing vokal). Band ini pada awalnya dibentuk pada tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personel, akhirnya mereka memantapkan diri dengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama ini kemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca, yang diambil dari salah satu judul lagu pada album perdana mereka. Mereka telah menelurkan dua album, yaitu “Efek Rumah Kaca” pada tahun 2007 dan “Kamar Gelap” setahun berikutnya â?? dalam satu dekade eksistensi ERK. Eksplorasi Bahasa Indonesia dan eksperimentasi tema dalam setiap lagu merupakan kelebihan yang ERK miliki. Setelah sempat vakum selama satu setengah tahun karena Cholil harus menuntut ilmu di New York University, AS, mereka merilis sebuah lagu dengan tajuk â??Pasar Bisa Diciptakanâ? yang diputar secara serentak di seluruh radio di Indonesia tahun 2015 ini.

5. The Overtunes

The Overtunes (Smeaker)
The Overtunes (Smeaker)

The Overtunes dibentuk pada tahun 2013 dan digawangi oleh tiga orang pria, ada Mikha Angelo yang seperti diketahui mantan finalis ajang pencarian bakat X Factor Indonesia, selain itu ada Mada di posisi bass atau drum, dan Reuben di posisi gitar. Band The Overtunes memang mendapat lebih banyak lampu sorot karena adanya sosok Mikha Angelo disitu, namun selain itu, Mada dan Reuben pun menunjukan aksi permainan dengan musikalitas tinggi. Dan juga, The Overtunes memulai memasuki belantika musik tanah air dengan banyak meng-cover atau menyanyikan ulang lagu-lagu dengan berbagai genre musik. Sebut saja seperti tembang dari band Muse hingga Avril Lavigne. Tahun 2015 ini, mereka telah menelurkan album perdana mereka yang berjudul “Selamanya”. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
90
Love
OMG OMG
80
OMG
Yaelah Yaelah
10
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
100
Keren Nih
Ngakak Ngakak
30
Ngakak