Inovasi Siswi SMA Surabaya Ciptakan Cairan Cuci Tangan dari Puding


Umumnya puding adalah makanan penutup disaat perayaan atau dalam sebuah pesta. Namun tidak dengan Joan Aldine Agita Limanto, siswa kelas XI IPA 1, SMA Yayasan Pendidikan Kristen Gloria 2 Surabaya. Dirinya berhasil menciptakan pembersih tangan dari Puding higienis yang terbuat dari bahan dasar alami.

Yayasan Pendidikan Kristen Gloria 2 Surabaya (Lokerguru)
Yayasan Pendidikan Kristen Gloria 2 (Lokerguru)

“Jika dibandingkan mencuci tangan dengan air, kelebihan dari mencuci dengan puding hand sanitizer ini bisa menghemat pemakaian air yang mencapai 99,03 persen. Bahan dasarnya pun juga terbuat dari bahan alami yang hanya dari bubuk rumput laut yang dicampur dengan air serai,” jelas Joan seperti dikutip dari Beritajatimcom, Selasa (2/2/2016).

Ia mengatakan, pembuatannya memerlukan perbandinganya bahan  bahan alami 50:50 seperti bubuk rumput laut dan serai namun apabila tidak menemuinya bisa digantikan dengan agar-agar original.

“Pembuatannya yang hanya memakan waktu singkat cuma waktu 30 menit dan tidak menggunakan bahan kimia maka dari itu puding ini merupakan puding dapat digolongkan anti septik yang ramah lingkungan,” tutur Joan.

Mengenai pembuatannya, Joan hanya menerangkan tepung rumput laut atau agar-agar original direbus dengan air hingga mendidih, serai juga direbus dengan air hingga mendidih dan berubah warna. Setelah keduanya direbus, maka kedua bahan tersebut dicampur, kemudian dituangkan di tempat cetakan jeli.

“Untuk satu puding pembersih tangan dengan ukuran diameter 5 centimeter (cm) dan tinggi 10 milimeter (mm), bisa digunakan untuk membersihkan tangan dari bakteri, meskipun hasilnya masih belum signifikan,” ujarnya.

Menurut dia, puding pembersih tangan tersebut memang tidak langsung kering ketika pemakaian seperti pembersih tangan lainnya, karena pembersih lainnya yang diproduksi di suatu perusahaan menggunakan alkohol.

“Ketika pemakaian puding pembersih tangan memang tidak langsung kering, dan harus menunggu sekitar satu menit karena puding ini menggunakan bahan alami, sedangkan pembersih tangan lainnya yang diproduksi massal di perusahaan menggunakan campuran bahan kimia dan alkohol,” paparnya.

Puding pembersih tangan itu juga menjuarai kompetisi berskala internasional Global Youth Summit (GYS) yang diselenggarakan oleh Yayasan Hemispheres, pada 13-16 Januari 2016 di Surabaya.

“Dengan menciptakan puding pembersih tangan ini, saya berhasil mengalahkan peserta dari berbagai negara, seperti Myanmar, Filipina, Singapura dan Vietnam dalam kategori senior, yang produknya ramah lingkungan,” terangnya.

Berita Joan di Jawa Pos (Facebook)
Berita Joan di Jawa Pos (Facebook)

Sementara itu, Kristina Dian, Guru Biologi dan juga pendamping Joan saat melakukan pembuatan puding ini menjelaskan bahwa serai mengandung sifat anti septik atau anti bakteri yang dapat menghilangkan mikroorganisme jahat yang berada di dalam tubuh manusia.

“Serai memiliki nama ilmiah cymbopogon citratus yang termasuk dalam keluarga Poaceae ini mengandung sifat anti septik, sehingga dengan menggunakan puding pembersih tangan ini bisa dengan cepat membunuh kuman atau bakteri, meskipun belum signifikan karena tersisa 0,3 persen dari target, belum 100 persen,” jelasnya.

Hal itu, lanjutnya sudah dibuktikan melalui uji laboratorium di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dengan menghasilkan sisa 0,3 persen bakteri yang masih ada dalam puding pembersih tangan tersebut. “Dan dipastikan puding pencuci tangan ini aman digunakan pada bayi dan balita,” tandasnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak