3 Dara Tangerang Selatan Ciptakan Helm Pintar Anti Kantuk


Tak sedikit pengendara sepeda motor yang merasakan kantuk luar biasa ketika mengendarai motornya. Kondisi seperti itu akhirnya mengakibatkan kecelakaan, yang bisa merenggut nyawa. Namun sekarang sepertinya pengendara motor yang mudah mengantuk di jalan tak perlu khawatir lagi. Pasalnya, kini telah diciptakan helm anti kantuk dengan nama Helpin.

Helpin sendiri merupakan singkatan dari Helm Pintar. Helm ini merupakan ciptaan 3 siswi kelas 1 SMA Dharma Karya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bernama Nadia Calista, Nirel Al Hamid, dan Anggi Pradipta.

Dua siswi penemu Helpin (Liputan6)
Dua siswi penemu Helpin (Liputan6)

Sepintas, helm ciptaan Nadia Calista, Nirel Al Hamid, dan Anggi Pradipta, sama saja seperti helm full face biasa. Namun, bila dilihat lebih teliti ke dalam helm, bagian dalamnya terdapat rangkaian kabel kecil lengkap dengan rangkaian wireless dan juga cooling fan. Memang helm ini dilengkapi dengan sensor anti kantuk, wireless untuk komunikasi, kipas pendingin, dan sensor pengait. Meski demikian, helm ini tetap nyaman dipakai.

“Jadi, dalam satu helm ini bisa berbagai fungsi. Seperti sensor anti kantuk, sensor klik, cooling fan, dan juga wireless untuk komunikasi antara si pengemudi motor dengan yang diboncengnya,” tutur Nirel, salah seorang penemunya, seperti dikutip dari Liputan6com, Rabu (30/3/2016).

Nirel menjelaskan, sensor anti kantuk akan mengidentifikasi bila gerakan dagunya turun naik seperti orang mengantuk. Sehingga bila gerakan kepalanya sudah terlalu sering, alarm yang dipasang di dalam helm bagian telinga, akan berbunyi kencang. “Kalau terlalu kencang, volumenya bisa dikecilkan,” kata Nirel.

Selanjutnya sensor klik. Bila pengait helm belum berbunyi ‘klik’ maka lampu yang dipasang tepat di atas mata bagian helm, akan menyala sampai kaitan benar-benar berbunyi klik. Helm juga dilengkapi dengan cooling fan. Sehingga, bila suhu udara di helm full face sudah sangat panas, maka kipas kecil yang biasa diaplikasikan untuk pendingin CPU komputer, akan menyala sendiri.

“Biasanya pemicu kelelahan mendadak karena pengendara terlalu banyak menghirup karbondioksida di jalanan, jadi kita sediakan kipas kecil untuk mengatur sirkulasi udara di dalam helm agar pengendara tidak kekurangan oksigen,” kata Nadia, penemu lainnya.

Semua peralatan dan aplikasi yang ada di dalam helm ini dirancang anti air, sehingga tidak perlu khawatir jika mendadak hujan.

Helpin dioperasikan dengan batrei charger yang bisa digunakan selama 1 minggu. Untuk men-charge baterai tersebut hanya selama 12 jam. “Proses penelitian dan pembuatan Helpin memakan waktu 3 bulan dengan biaya sekitar Rp 300 ribu,” jelas Nadia.

Wali kota Tangsel Airin Rachmi Diany mendatangi pencipta Helpin (Tangerangnews)
Wali kota Tangsel Airin Rachmi Diany mendatangi pencipta Helpin (Tangerangnews)

Helm ciptaan 3 siswi yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini pernah menjuarai Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada Februari 2016 lalu di Semarang. Dan pada bulan Juli nanti, ketiga siswi berprestasi itu akan berangkat ke Thailand untuk ajang lomba teknologi tepat guna mewakili Indonesia.

“Jujur, kami masih mencari donatur untuk keberangkatan ke sana. Mudah-mudahan semua proposal yang kami ajukan diterima oleh pemda ataupun kementerian,” kata Nirel. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak