Siap-siap, Indonesia Bakal Kedatangan Hujan Meteor Bulan Ini


Setelah kedatangan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Penumbra beberapa hari yang lalu, Indonesia bakal kembali kedatangan fenomena alam yang tak kalah indahnya, yaitu hujan meteor.

Dilansir dari National Geographic, hujan meteor yang dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dikabarkan akan terjadi selama sebulan penuh mulai pertengahan April mendatang, tepatnya mulai sekitar tanggal 20 April hingga 21 Mei. Waktu terbaik untuk melihat mereka antara tanggal 5 dan 7 Mei, ketika langit menjadi gelap selama bulan baru.

Ilustrasi hujan meteor (Newsth)
Ilustrasi hujan meteor (Newsth)

Terlihat bintik-bintik, kamu akan melihat potongan-potongan kecil dari puing-puing dari Komet Halley yang menabrak atmosfer Bumi dan terbakar. Mereka disebut Eta Aquarids seperti yang muncul dari konstelasi Aquarius.

Hujan meteor ini akan lebih terlihat di belahan bumi bagian selatan. Namun, orang-orang di belahan bumi utara dapat menangkapnya juga, terutama jika kamu dekat dengan garis khatulistiwa. Pada puncaknya, orang-orang di belahan bumi selatan dapat melihat hingga 30 meteor per jamnya. Bahkan, kalau kondisi cuaca menguntungkan, mereka yang berada di utara khatulistiwa masih bisa melihat 10 meteor setiap jam.

Ilustrasi hujan meteor (Newsth)
Ilustrasi hujan meteor (Newsth)

Untuk melihat hujan meteor, lebih baik untuk pergi ke luar selama setengah jam sebelum mandi, agar mata kamu menjadi diaklimatisasi untuk melihat dalam cahaya rendah. Selain itu, meteor akan lebih jelas terlihat, kalau cahaya dari lampu-lampu kota dan lampu jalan dimatikan.

Di Indonesia sendiri fenomena ini bisa disaksikan sekitar tanggal 15 hingga 25 April nanti, dengan puncaknya pada 22 sampai 23 April, hanya saja bukan hujan meteor Eta Aquarids, melainkan hujan meteor Lyrid. Hal ini disampaikan oleh Astronom dari Pusat Sain Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto.

“Intensitasnya sekitar 12 meteor setiap jamnya. Hujan meteor itu bisa dilihat di wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Syaratnya kondisi langit bersih, sehingga bisa dilihat dengan jelas,” sebut Rhorom seperti dikutip dari GoRiaucom, Jumat (1/4/2016).

Ilustrasi hujan meteor (Huffington Post)
Ilustrasi hujan meteor (Huffington Post)

Ia menyampaikan, arah pancaran meteor ini ada di dekat rasi Lyra yang terbit sekitar jam 21.00 WIB. Ini termasuk hujan meteor langka yang terjadi sekali dalam 415 tahun. “Baru sekali diamati pada tahun 1861, tapi serpihan ekornya masih tersisa sebagai meteor stream hingga kini,” ulasnya.

Perlu diketahui, lokasi pengamatan sangat menentukan hasil. Saran Rhorom, pilihlah suasana langit malam yang cerah dan tidak berawan, serta bebas dari polusi cahaya. “Misalnya di pinggiran kota. Itu juga tergantung prakiraan cuaca. Mungkin di Sumatera bagian utara atau daerah Nusa Tenggara berpeluang cerah,” sebut Rhorom.

Jadi, sudah siap untuk melihat fenomena alam ini? (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
100
Love
OMG OMG
90
OMG
Yaelah Yaelah
20
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
10
Keren Nih
Ngakak Ngakak
40
Ngakak