Bisnis Scrabook, Anak Bangsa ini Sukses Raup 38juta!


Bisnis berbasis startup tengah berkembang pesat di negeri ini. Beraneka ragam kreasi anak muda, disalurkan lewat startup. Hal ini pulalah yang menginspirasi Bayu Indrawan untuk membuat startup dengan ide yang luar biasa. Scrapbook.

Berawal dengan kejenuhan akan pola kerja yang padat menjadi alasan Bayu Indrawan meninggalkan pekerjaannya di sebuah rumah produksi yang sudah dilakoninya selama sekitar 3 tahun.

Ia bersama sang kakaknya, Indri Rusmayanti, menggeluti usaha scrapbook yang berawal dari keisengan menghias dan merangkai foto-foto menjadi sebuah cerita menggunakan kertas bekas, majalah, dan juga tissue.

Paperlope.com
Paperlope.com

“Awalnya kakak iseng upload (kreasi scrapbook) yang saya buat. Kakak kan hobi foto, cuma enggak pernah dicetak, terus saya cetak, saya hias, kata dia (kakak) bagus, ” kata Bayu, seperti dikutip dalam merdeka.com.

Keisengan itu ternyata membuahkan hasil. Bayu kemudian mulai menawarkan hasil kreasinya kepada beberapa teman dan kerabat. Tak hanya itu saja, dirinya bersama sang kakak membuka jalur pemasaran dan pemesanan secara online lewat paperlope.com.

Jalur online sangat membantu perkembangan bisnis scrapbook yang digeluti Bayu. Pemesanan pun tidak hanya datang dari pelanggan yang ingin fotonya dihias atau dibuat alur cerita, tetapi juga dari restoran-restoran.

Project untuk coffee shop (papershop)
Project untuk coffee shop (papershop)

Ternyata bisnis ini mengeluarkan modal sebesar Rp. 0,-! Tanpa modal ia bisa menciptakan usaha dengan mengandalkan kreatifitas dirinya.

“Scrapbook kita enggak butuh modal, karena teman order, jadi ya sudah ini buat beli bahan sekian, bahannya apa, mau bagaimana ceritanya, entar saya yang ceritain, buat pengiriman sekian,” tutur Bayu.

Strategi awal pemesan diwajibkan membayar setengah dari harga pesanan untuk biaya membeli segala keperluan pesanan. Sisanya dibayarkan pelanggan setelah pesanan selesai dibuat.

Namun karena tak semua kreasinya disukai teman-temannya, sampai akhirnya ia mengeluarkan modal Rp 10-20an juta karena menciptakan dan menyediakan ke toko-toko yang lain.

Tak hanya itu saja, Bayu pun rajin mengikuti pameran untuk memperkenalkan kreasi scrapbook dari Paperlope kepada masyarakat.

Meski modal awal hanya 0 rupiah dan mengandalkan kertas bekas, kini omzet yang diraihnya saat ini mencapai Rp 38 juta/bulan!

Bayu pun berbagi tips bagi yang hendak menekuni bisnis di bidang srapbook. Menurutnya untuk memulai usaha baru, haruslah berani rugi dan selalu yakin bisa dan inovasi.

“Kita kan awalnya nawarin dulu, ada yang mau apa engga, kalau engga ada yang mau kan biasanya orang nyerah, engga punya ide. Tantangannya inovasi karena yang saya buat itu kreasi dan ide.” tutup Bayu.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak