Ini Kelebihan AADC Versi Novel Dibandingkan Filmnya


Film remaja Indonesia yang melegenda “Ada Apa Dengan Cinta?” yang rilis tahun 2012 akhirnya dibuatkan adaptasinya dalam bentuk novel terbitan Gramedia Pustaka Utama yang telah resmi dirilis pada Kamis, 14 April lalu. Rupanya versi novel ini menyajikan nuansa yang berbeda dari filmnya. Dilansir dari Hai-Onlinecom, Kamis (21/4/2016), berikut adalah kelebihan-kelebihan AADC versi novel dibandingkan filmnya.

1. Kenal teman-teman Cinta lebih dekat

Mamet (Hai-Online)
Mamet (Hai-Online)

Diceritakan dalam novel Cinta punya teman-teman yang akrab, yaitu Alya, Milly, Maura, Karmen dan Mamet. Ternyata, selain Mamet, ada nama-nama lain yang muncul dalam novel “AADC?” Teman-teman sekolah Cinta seperti Endry dan Ferry ada dalam cerita, bahkan karakter Chandra temannya Rangga juga muncul dengan porsi yang pas.

2. Milly punya kakak cowok yang banyak

Geng Cinta (Hai-Online)
Geng Cinta (Hai-Online)

Di film kita bakal melewatkan momen mengenal sosok Milly yang polos. Sementara di novel, kita akan mengenal dia lebih jauh lagi. Selain jago bawa mobil, Milly ternyata punya kakak cowok yang banyak. Untuk tahu jumlahnya, sebaiknya kami baca novelnya.

3. Pak Taufik dan Pak Wardiman

Geng Cinta (Hai-Online)
Geng Cinta (Hai-Online)

Yang kebanyakan orang tahu, pak Wardiman itu adalah seorang penjaga sekolah yang dekat sekali dengan Rangga. Namun di dalam novel ini, kemunculan Pak Wardiman terasa dekat beberapa kali. Penulis novel, tetap punya perhitungan, kehadiran pak Wardiman pun cukup pas.

Bagaimana dengan Pak Taufik? Mungkin banyak yang tak sadar kalau di film, selain sekadar tahu kalau Pak Taufik ini mengumumkan siapa nama pemenang lomba puisi tahunan di sekolah Cinta.

Namun dalam novel, Pak Taufik tampak bersinar sebab dia muncul tidak hanya di lapangan sekolah tapi juga di kelas saat mengajarkan betapa pentingnya bahasa Indonesia. Cukup mengharukan dan jadi sebab musabab pertemuan Cinta dan Rangga.

4. Tentang Borne

Borne dan Cinta (Hipwee)
Borne dan Cinta (Hipwee)

Karakter yang datangnya sebentar alias cameo dalam film ternyata bisa sangat diingat jika tertuang dalam karya tulisan. Borne ini salah satunya. Dia merupakan cowok keren di sekolah yang naksir sama Cinta, tapi sayang cintanya digantung terus.

Borne sendiri punya kode untuk mengajak jalan Cinta untuk belanja boneka, yang mungkin bisa kamu tiru untuk ajak gebetan kamu. Bagaimana caranya? Langsung baca saja novelnya.

5. Anak mading lebih terasa

Ruang ekskul mading (Liputan6)
Ruang ekskul mading (Liputan6)

Pada saat memulai cerita, sudah terasa betul kerja tim redaksi majalah dinding. Ruangan itu tak cuma jadi tempat ngumpul dan curhat geng Cinta. Kalau diperhatikan, cara kerja tim mading cukup terlihat jelas bagaimana mengatur edisi, mencari ide, wawancara bahkan proses penayangan dan perekruitan. Terasa banget anak Madingnya jika membaca lagi bukunya.

6. Geng Cinta punya skill jurnalis

Geng Cinta sekarang (Hai-Online)
Geng Cinta sekarang (Hai-Online)

Geng Cinta termasuk redaksi majalah dinding sekolah yang benar, soalnya tak sekedar ngajak temen-temen nulis dan memamerkan karya di mading, mereka punya rencana setiap edisi dan tak sembarang memilih karya, sebab masing-masing tim punya kejelian sendiri khas ala jurnalis muda.

Contohnya saat membahas apa itu plagiat, penjelasan geng Cinta sangat mencerahkan pembaca karena tak ada yang bikin bingung, bahasanya  mudah dimengerti. Makanya, buku ini cocok juga dibaca remaja sekarang, bukan remaja 14 tahun lalu saja.

7. Kebaikan Rangga

Rangga (Hai-Online)
Rangga (Hai-Online)

Versi novel AADC banyak membeberkan kebaikan Rangga, yang sebagian tak muncul di film, seperti saat Rangga main sama anak jalanan atau melakukan pekerjaan rumah bareng ayahnya.

Yang terlebih penting lagi, saat Rangga jalan bareng Cinta dan cerita soal kenapa keputusan Rangga ingin tinggal sama Ayahnya saja. Semua ada di buku itu.

8. Jakarta belum semacet sekarang

Rangga dan Cinta di AADC 2 (Hai-Online)
Rangga dan Cinta di AADC 2 (Hai-Online)

Kalau membayangkan cara geng Cinta berangkat ke sekolah dimana mereka bisa jemput-jemputan, sepertinya waktu itu Jakarta belum terlalu macet seperti sekarang. Pasalnya mereka tak ada yang terlambat, kecuali Cinta saat sudah kenal Rangga dia berubah.

Dan saat Cinta mengejar Rangga ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, jalanan juga tak terlalu ramai, bahkan Milly nggak perlu bingung mau ke terminal D atau E. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak