Raafi dan Suprihatin, Anak Desa yang Sukses Bangun Kapal dan Pesawat dari Kulit Singkong


http://smapgri2kayen.sch.id

Satu lagi anak bangsa yang sukses buat dunia tercengang. Dialah Suprihatin dan Raafi Jaya Sutrisna, dua bocah desa dari SMA PGRI 2 Kayen, Pati, sukses membuat para ahli fisika dan peneliti dunia tercengang. Dua bocah ini mampu mengalahkan peneliti muda dari 35 negara, dengan temuannya berupa komposit dari kulit singkong dan serat pohon pisang!

Produk ciptaan mereka bisa digunakan untuk bahan baku badan pesawat, kapal dan otomotif. Ide brilian ini muncul ketika kedua siswa ini melihat banyaknya kulit singkong yang dibuang begitu saja oleh warga setelah diolah untuk bahan pembuatan tepung.

Ternyata limbah kulit singkong mengandung serat yang cukup baik sebagai bahan komposit. Selanjutnya ke dua siswa tersebut melakukan pengembangan tidak hanya menggunakan kulit singkong, tapi juga menggunakan limbah serat batang pisang.

Kulit singkong yang sudah dibuat karbon aktif mereka gabungkan dengan serat batang pisang. Inilah yang digunakan untuk dijadikan komposit atau bahan gabungan yang lebih tahan terhadap korosi dan memiliki bobot ringan. Dengan mencampurkan bahan kimia resin, gabungan karbon aktif dari limbah singkong, serat pohon pisang, dan katalis ternyata mampu menaikan kuat tekan. Selain itu menurunkan titik nyala api atau tidak mudah terbakar. Sehingga bisa dijadikan bahan baku pesawat terbang.

Lewat penemuannya ini, mereka sukses menyabet medali emas dalam kompetisi ilmiah di ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) 2016 yang berlangsung di Georgia pada 21-23 April 2016 lalu.

http://smapgri2kayen.sch.id
http://smapgri2kayen.sch.id

Mereka bersaing dengan lebih dari 100 proyek ilmiah, dan 20 proyek ilmiah bidang fisika di seluruh dunia, dari perwakilan dari 38 negara. Raafi dan Suprihatin menang juara 1 untuk karya bertema ‘Fisika Material’ yang menjadikan karbon aktif kulit singkong dan serat batang pisang sebagai material alternatif industri pesawat terbang, kapal, dan otomotif.

Dalam kompetisi internasional tersebut, ada empat kategori atau tema yang dilombakan, yaitu Fisika, Kimia, Biologi dan Ekologi, Matematika, Engineering, dan Teknologi Informasi. Indonesia sendiri mengirimkan empat perwakilan, termasuk SMA PGRI 2 Kayen.

“Ini nyata dan bukan mimpi, kita yang notabene wong ndeso, bisa meraih prestasi di kancah internasional. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” ujar Muhammad Rauf, seperti dikutip dari situs SMA PGRI 2 Kayen, Minggu (1/5).

Melalui terobosan Raafi dan Suprihatin, juri kompetisi justru mengharapkan penemuan ini diterapkan di Indonesia, apalagi mengingat ketersediaan kedua bahan dalam penemuan mereka amat melimpah di Indonesia.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak