Universitas Sumatera Utara Sukses Bikin Alat Pendeteksi Diabetes


Tim Micro Solar Matic (MSM) Departemen Fisika FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan alat pendeteksi diabetes melalui napas dengan sistem mobile. Inovasi Teknologi (Inotek) luar biasa ini sudah diuji klinis.

Pada 18 April 2016 lalu, alat ini dinobatkan sebagai juara favorit pertama lomba North Sumatera Innovation Award yang diadakan Yayasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Trofi langsung diberikan Plt Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi.

Ketua Tim MSM Tulus Ikhsan Nasution yang juga dosen muda di Departemen Fisika FMIPA USU mengatakan, penelitian sudah mereka lakukan sejak 2010. Hasil penelitiannya pada skala laboratorium telah dipublikasikan di Jurnal Internasional bereputasi Sensors and Actuators B.

Tulus Ikhsan Nasution (Gopraa)
Tulus Ikhsan Nasution (Gopraa)

Ia bekerjasama dengan Yetty Machrina, dosen di Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran USU, dibantu mahasiswinya Rica Asrosa, Fisika S1 Semester 4 serta asisten penelitinya Ridho Rumansyah.

“Alat ini telah diuji klinis di beberapa rumah sakit di Medan. Selain bahan baku sensor terbuat dari bahan ramah lingkungan dan metode pendeteksiannya tidak menyakitkan karena tidak memerlukan sampel darah. Kelebihan lain, hasil pengujian dapat dibaca di ponsel sehingga pemakaiannya lebih praktis,” kata Tulus seperti dikutip dari Kompascom, Rabu (4/5/2016).

Tulus dan timnya berharap ada peluang kerjasama dengan perusahaan ponsel supaya chip sensor yang mereka hasilkan bisa ditanam ke dalam handphone.

“Jadi fungsi HP selain sebagai alat komunikasi juga sebagai alat uji kesehatan. Kalau ini terealisasi, betapa besarnya manfaat yang bisa dirasakan masyarakat Indonesia. Tidak hanya membawa kebanggaan kepada kami, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumut,” katanya.

Alat deteksi diabetes (Idionline)
Alat deteksi diabetes (Idionline)

Hasil uji klinis alat tersebut akan ia presentasikan di International Conference on Advances in Functional Materials di International Convention Centre, Jeju Island, Korea Selatan, pada 8 sampai 11 Agustus 2016 mendatang.

“Kian hari, teknologi yang kami hasilkan semakin baik dan berkualitas sesuai dengan motto ‘Better Physics for Better Technology’. Meski selama ini penelitian yang kami lakukan di laboratorium terpadu Fisika sebagian besar dana mandiri, tapi kami selalu bersemangat dan tak kenal menyerah untuk terus berkarya demi kemajuan IPTEK,” katanya lagi.

Tulus bersyukur mahasiswanya ternyata punya motivasi dan semangat juang yang luar biasa untuk selalu membantunya berinovasi dalam kondisi apapun.

Selain pendeteksi diabetes melalui napas, lanjutnya, masih ada produk-produk Inotek lain seperti penyiram taman pintar berdasarkan curah hujan dengan tenaga Surya, alat pengkonversi uap air menjadi lstrik tanpa turbin dan generator.

“Ada lagi sistem pengendali otomatis perangkat elektronika tanpa kabel dan pendeteksi kebocoran gas dan isi tabung elpiji dengan SMS. Semuanya dibantu mahasiswa,” sebutnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak