Fenomena Langka Hari Ini, Merkurius Tutupi Matahari


Buat kamu penggemar astronomi, bersiaplah. Pasalnya, hari ini, tanggal 9 Mei, bakal terjadi fenomena alam yang bisa dikatakan langka. Fenomena ini adalah Merkurius akan transit melewati Matahari selama tujuh jam. Selama transit itu, Merkurius bakal terlihat seperti menutupi Matahari.

Transit Merkurius (NASA)
Transit Merkurius (NASA)

Selama fenomena ini, Merkurius akan melintas di depan Matahari dan sejajar dengan Bumi. Fenomena alam tersebut hanya terjadi setiap 13 tahun sekali.

Fenomena ini dikatakan akan jelas terlihat di wilayah Amerika dan Eropa Barat, beberapa wilayah di Afrika, serta sebagian wilayah Asia. Masyarakat Indonesia sendiri bisa melihat titik kecil berwarna hitam melewati Matahari pukul 11:12â??18:42 WIB. Sayangnya peristiwa yang langka ini hampir tidak bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia. Hanya sekitar daerah Sumatera Utara dan Aceh saja yang dapat mengamatinya.

Negara-negara yang bakal bisa melihat transit Merkurius (Europlanet)
Negara-negara yang bakal bisa melihat transit Merkurius (Europlanet)

Dilansir dari Washington Post, Senin (9/5/2016), kejadian ini terakhir kali berlangsung 10 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 8 November 2006. Sementara, fenomena ini akan terjadi lagi pada tanggal 11 November 2019. Dibandingkan transit Merkurius sebelumnya, durasi Merkurius melewati Matahari tahun ini lebih lama 2 jam.

Transit Merkurius pada umumnya terjadi pada kisaran tanggal 8 Mei dan 10 November saat planet tersebut melintasi titik simpul perpotongan bidang ekliptika dan orbitnya setiap tahun.

Jalur Merkurius mengelilingi Matahari (European Southern Observatory)
Jalur Merkurius mengelilingi Matahari (European Southern Observatory)

Lalu seperti apa suasana saat fenomena ini terjadi? Fenomena ini mirip seperti Gerhana Matahari Total, yang terjadi beberapa waktu lalu. Kemiripan antara kedua fenomena ini juga terdapat pada cara melihatnya, yaitu harus menggunakan filter atau kacamata khusus, dan jangan melihat langsung dengan mata telanjang. Bahkan melihatnya lewat lensa kamera ponsel juga tidak disarankan.

Sama seperti Gerhana Matahari Total, fenomena alam ini juga dikaitkan dengan hal-hal mistis, yaitu ramalan akan terjadi kiamat. Namun, seperti sebelum-sebelumnya, ramalan ini jelas tidak bisa dibuktikan dan kemungkinan besar tidak akan terjadi. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak