Bangga, Film Pendek Indonesia Jadi yang Terbaik di Cannes Film Festival


Kabar baik datang untuk perfilman Indonesia. “Prenjak”, film pendek karya Wregas Bhanuteja berhasil meraih penghargaan Leica Cine Discovery Prize For Short Film dari Semaine De La Critique Cannes Film Festival 2016. Leica Cine Discovery Prize For Short Film yang diterima “Prenjak” adalah penghargaan untuk film pendek terbaik di Semaine de la Critique Festival de Cannes 2016.

“Prenjak” berhasil mengalahkan film pendek internasional lainnya yaitu “Arnie”, “Ascensão”, “Campo De Viboras”, “Delusion Is Redemption to Those In Distress”, “Lâ??Enfance Dâ??Un Chef”, “Limbo”, “Oh What A Wonderful Feeling”, “Le Soldat Vierge”, dan “Superbia”.

Adegan Prenjak (Liputan6)
Adegan Prenjak (Liputan6)

Leica Cine Discovery Prize For Short Film merupakan sebuah penghargaan yang diberikan oleh Leica Camera AG dan CW Sonderoptic GmbH selaku sponsor Leica Cine Discovery Prize di Cannes Film Festival 2016. Penghargaan ini diberikan kepada filmmaker muda bertalenta yang berhasil unjuk gigi di ajang ini. Petinggi dari Leica, Dr Andreas Kaufmann memberikan pernyataannya tentang penghargaan ini.

â??Mendukung talenta muda di dunia fotografi dan gambar bergerak selalu menjadi hal yang penting bagi kami. Itu mengapa kami sangat merasa spesial atas kerjasama dengan La Semaine de la Critique, yang menjadi bagian dari festival ternama di Cannes,â? kata Dr Andreas seperti dilansir dari Cinemagsid, Jumat (20/5/2016).

Gerhard Baier, Managing Director dari CW Sonderoptic GmbH juga memberikan penyataannya terkait penghargaan ini. â??Kami sangat senang bisa memberikan penghargaan khusus dalam bentuk Leica Cine Discovery Prize sampai film-film yang menggunakan Leica Cine lenses dan menayangkannya di layar Festival de Cannes. Sebagai salah satu bagian La Semaine de la Critique, kami menikmati pertemuan dengan talenta muda dari industri perfilman untuk berbicara dengan mereka secara pribadi,â? katanya.

Di balik layar Prenjak (dokumentasi Wregas)
Di balik layar Prenjak (dokumentasi Wregas)

Bagi Wregas Bhanuteja, berdiri di festival seakbar ini adalah perngalaman tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Ini adalah kedatanganku pertama ke Cannes,” ujar Wregas Bhanuteja di panggung sebelum pemutaran perdana Film Prenjak, pada Minggu, 15 Mei kemarin, dikutip dari Liputan6com. Di hadapan para penonton, Wregas juga menceritakan sedikit mengenai isi film ini. “Aku datang dari Indonesia, dan aku membawa ceritaku ini dari kotaku, Yogyakarta,” ujarnya.

Wregas menerima penghargaan di penutupan XXI Short FIlm Festival 2015 (Liputan6)
Wregas menerima penghargaan di penutupan XXI Short FIlm Festival 2015 (Liputan6)

Film “Prenjak” terinspirasi dari fenomena nyata yang ada di Kota Pelajar di era tahun 1980-an. Seorang perempuan bernama Diah yang butuh uang, mencoba mencari peruntungan dengan menjual korek api. Namun ia menjualnya dengan cara tak biasa. Satu batang korek api dihargai Rp 10 ribu. Mahal memang, namun sang pembeli dapat mengintip anggota tubuhnya yang rahasia dengan korek api tersebut.

Maju terus perfilman Indonesia. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak