Tampil Beda, Pasangan Ini Nikah dengan Mas Kawin Secangkir Kopi


Dalam momen pernikahan yang terjadi sekali seumur hidup, biasanya sang mempelai pria akan memberikan mas kawin berupa uang tunai, emas, atau seperangkat alat salat. Namun, pernikahan yang terjadi di Uni Emirat Arab ini berani tampil beda.

Seorang ayah dari mempelai wanita ternyata hanya meminta secangkir kopi pada calon suami anaknya sebagai mas kawin. Rupanya, permintaan mas kawin yang terbilang sangat murah itu dikarenakan sang ayah ingin meringankan beban calon menantunya.

Dia juga mendorong para orangtua lainnya untuk melakukan hal sama. Sikap ayah gadis itu menuai pujian dari para pengguna media sosial, setelah berita itu menjadi viral di internet.

Ayah enam gadis itu menolak diidentifikasi. Dia hanya prihatin dengan mahalnya biaya pernikahan di negaranya, yang membuat para pria lajang berpikir ulang untuk menikah. Mahalnya biaya pernikahan itu juga yang membuat kekhawatiran munculnya fenomena â??perawan tuaâ? di UEA.

Ilustrasi pernikahan (WowKeren)
Ilustrasi pernikahan (WowKeren)

Mohammed, seorang warga Kota Al Ain, melalui media sosial, memuji langkah ayah enam gadis itu. �Orang tua harus membiarkan anak perempuan mereka untuk menikah dengan pria dari karakter dan latar belakang yang baik, termasuk jika mereka tidak kaya. Dengan memilih cara ini, ayah ini telah menjamin bahwa putrinya akan menjalani kehidupan yang baik dengan suami mereka tanpa ketegangan di posisi berutang dan kembali membayar pengeluaran untuk pernikahan,� tulis Mohammed.

Dilansir dari Gulf News, Senin (30/5/2016), seorang profesional di bidang pernikahan menyatakan bahwa pada tahun 2012 keluarga di UEA menghabiskan rata-rata USD 82 ribu (setara Rp 1 miliar) untuk biaya pernikahan. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan ekspatriat Barat yang menghabiskan USD 20 ribu (setara Rp 260 juta).

Pada tahun yang sama, masalah tarif perkawinan pernah diperdebatkan oleh badan konsultatif Federal National Crisis UEA, dalam upaya untuk memecahkan apa yang mereka lihat sebagai krisis demografi yang menjulang.

Pemerintah UEA telah mengambil langkah-langkah untuk membantu calon pengantin kurang mampu dengan lembaga â??Dana Pernikahanâ? yang didirikan pada tahun 1991. Tahun lalu, lembaga itu menghabiskan USD 40 juta (setara Rp 520 miliar) untuk membantu 400 pengantin baru di UEA. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
100
Love
OMG OMG
90
OMG
Yaelah Yaelah
20
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
10
Keren Nih
Ngakak Ngakak
40
Ngakak