Udara Makin Tercemar, Pelajar Tarakan Temukan Alat Pendeteksi Kadar Udara


Dua pelajar Tarakan dipastikan akan berangkat ke Tiongkok mewakili Indonesia mengikuti kompetisi National Young Inventors Award (NYIA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dua pelajar tersebut adalah Feriawan Tan dan Aan Aria Nanda. Keduanya berasal dari SMAN 1 Tarakan. Pelajar ini terpilih karena berhasil menyingkirkan 697 pasang peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Untuk diketahui, Feriawan dan Aan merancang sebuah alat yang bentuknya kecil, mudah dibawa dan keberadaannya masih sangat langka. Bahkan dapat dikatakan belum dipergunakan di khalayak umum. Bukan hanya di Indonesia, namun juga di negara lainnya.

Feriawan dan Aan (Merahbirunews)
Feriawan dan Aan (Merahbirunews)

Alat yang mampu mengantarkan dua pelajar Tarakan ini mewakili Indonesia di Tiongkok pada Juli nanti diberi nama Dâ??Box CC (detector box for CO and CO2). Alat yang mereka buat sangat sederhana itu berukuran 15×9 cm dengan berat tidak mencapai 1 kg, namun membuat sumber utama kehidupan manusia, yaitu udara, dapat mendeteksi, mengindikasi dan memberi peringatan terhadap udara yang ada di sekitar kita, apakah udara tersebut layak atau tidak untuk dihirup.

Feriawan dan Aan mengatakan, alat tersebut dibuat terinspirasi dari permasalahan kabut asap yang hampir melanda seluruh Indonesia, tak terkecuali Tarakan tahun lalu. â??Kami baca-baca di internet dan literatur, bahwa bencana asap atau pencemaran udara hampir dialami oleh semua negara. Kesadaran masyarakat pun akan kualitas udara yang dihirup masih sangat rendah, karena tidak tahu kondisi udara sekitar. Oleh sebab itu kami membuat Dâ??box CC,â? ujar Feriawan dikutip dari Prokalco, Selasa (14/6/2016).

Alat untuk mendeteksi CO dan CO2 itu termasuk langka, sebab di Tarakan belum ada instansi yang memiliki alat pengukur tersebut. Bahkan saat mereka mencari informasi dari BMKG Tarakan data tentang kualitas udara, masih harus meminta dari BMKG luar Tarakan. â??Makanya kami ingin membuat alat yang murah dan efisien,â? lanjut Aan.

D'Box CC (Merahbirunews)
D’Box CC (Merahbirunews)

Saat ini, dua siswa ini masih duduk di kelas XI dan masih berumur 17 tahun. Kemudahan bagi mereka menjadi 1 tim dalam membuat program Dâ??box CC karena berada dalam satu kelas sehingga komunikasi mudah dijalin. Selain itu, pemikiran juga dirumuskan oleh keduanya, sehingga dalam membuat alat sangat sinkron antar keduanya.

Dalam percobaan alat sebelum dilombakan, Feriawan dan Aan mengatur kadar CO dan CO2 yang normal sesuai aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan hasil browsing standar udara di negara lain melalui internet. Yaitu, 12,3 ppm untuk standar CO dan 500 ppm untuk co2. Jika hasil pendeteksian alat melebihi batas tersebut, maka udara yang ada di sekitar alat dinyatakan positif berbahaya dan masyarakat harus meninggalkan ruangan atau tempat tersebut.

Namun, warga Tarakan tidak perlu khawatir, karena dari percobaan yang mereka lakukan beberapa kali terhadap CO dan CO2 di Tarakan, hasilnya adalah normal. Dengan nilai co2 320 ppm dan CO nya 0,0. â??Itu masih normal, berbeda ketika alatnya kami nyalakan di Jakarta, hasilnya CO2 nya sampai 2 ppm, sedangkan CO 400 ppm, ini di atas Tarakan,â? jelas Aan. Dari segi pembiayaan, Feriawan mengakui semuanya murni dari sekolah. Untuk satu unit Dâ??box CC menghabiskan dana sebesar Rp 574 ribu. Awalnya mereka sempat minder dengan alat tersebut, sebab peserta NYIA memiliki produk yang besar dan terlihat canggih. Berbeda dengan alat yang mereka bawa dari Tarakan, kecil dan sederhana bentuknya.

Indikator udara layak dihirup atau tidak (Merahbirunews)
Indikator udara layak dihirup atau tidak (Merahbirunews)

â??Jadi saat pameran, dari daerah lain alatnya besar-besar, ada yang sampai 2 meter,â? ujar Feriawan. Namun di mata 6 juri, yaitu 3 juri bergelar profesor dan 3 lagi doktor, alat Dâ??box CC merupakan hal yang istimewa dan patut diperlihatkan di tingkat internasional, sehingga mereka terpilih bersama 2 pasang finalis lainnya untuk berangkat ke Harbin, Tiongkok pada Juli nanti. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
60
Love
OMG OMG
50
OMG
Yaelah Yaelah
80
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
70
Keren Nih
Ngakak Ngakak
100
Ngakak