Salut, Meski Satu-satunya Pembalap Muslim di F1, Rio Haryanto Tetap Puasa


Rio Haryanto memang pantas jadi idola dan kebanggaan Indonesia. Tahun 2016 pria kelahiran Surakarta, 22 Januari 1993 tersebut melakukan debutnya di Formula 1 (F1). Awalnya memang tidaklah mudah, tapi kini sepertinya Rio mulai beradaptasi dan terus berusaha untuk tidak mengecewakan masyarakat Indonesia yang telah mendukungnya.

Menariknya, di tahun ini pula, Rio Haryanto harus mengawali debutnya di bulan suci Ramadan. Ia menjadi satu-satunya pembalap F1 yang beragama Islam dan melaksanakan puasa di gelaran GP Kanada, Minggu, (12/6/2016).

Rio menjalankan ibadahnya sebagai seorang Muslim di tengah balapan. Menjadi satu-satunya pembalap F1 yang beragama Islam, Rio nyatanya tetap menjalani puasa meskipun banyak yang mengkhawatirkan kesehatannya.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, salah satunya. Piers menghargai keputusan Rio untuk berpuasa saat ini. Namun di sisi lain, ia mengkhawatirkan Rio akan kehilangan banyak cairan saat balapan. Menurutnya, ini akan mempengaruhi daya konsentrasinya di trek Kanada yang cukup sulit.

View this post on Instagram

Review GP Kanada 2016 Rio Haryanto: "Bagian pertama dari perlombaan berjalan baik bagi saya. Saya menempel rekan setim saya dan juga dengan Palmer dan Magnussen depan. Pada pit stop pertama, saya berharap dapat bergabung kembali ke balapan dan bertarung dengan Ericsson tapi kami menemui masalah yang memperlamban pit stop dan saya harus kembali ke trek di belakang Nasr. Untuk sebagian besar balapan, saya terus mengejar Nasr tapi dengan adanya bendera-bendera biru, setiap saya semakin mendekatinya, saya harus mundur ke belakang lagi. Kami mencoba strategi jangka panjang untuk stint terakhir dan mendapat jarak tempuh lebih pendek pada set terakhir ban Soft tapi tidak ada yang bisa kami lakukan lagi. Di sisi positifnya, kedua mobil kembali mencapai finish dan saya berharap kami bisa membawa hal-hal yang positif ke Baku minggu depan." Dave Ryan, Racing Director: "Kami berharap untuk dapat menyaingi duo Sauber hari ini dan itu memang terjadi, meskipun kami membuat hidup sulit bagi Pascal dengan sedikit kerusakan lantai mobil ketika ia tiba di grid. Itu berakibat pada hilangnya sedikit waktu lap sehingga menahan Ericsson selama mungkin – sampai pit stop kedua dan terakhirnya – adalah memuaskan. Ia unggul atas Nasr, yang tentunya bagus, tapi tidak berhasil menahan kedua Sauber di belakang seperti kesempatan yang terlewatkan hari ini karena itu jelas terlihat dalam genggaman kita. Untuk Rio, kami juga sedikit mengecewakan dia dengan pit stop pertama yang lamban, yang memaksanya mundur ke belakang dan tanpa kejadian itu, ia bisa finish di depan Nasr. Meskipun semua itu mengecewakan, di sisi positif kami senang melihat peningkatan relatif terhadap Sauber."

A post shared by Rio Haryanto (@rharyantoracing) on

â??Rio telah berpuasa seminggu ini namun tim dan ahli fisik kami yang akan memutuskan saat balapan hari Minggu nanti. Ini adalah balapan yang panjang dan kami khawati dengan dehidrasi,â? ungkap Piers seperti yang dikutip otomania.com.

Pasalnya, saat balapan F1, pebalap dapat kehilangan banyak cairan tubuh dan itu dapat mengurangi konsentrasi pebalap saat ia memacu kendaraannya di kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam.

Lebih dari itu, Piers mengkhawatirkan keselamatan Rio. Ia telah menjalani ibadah puasa di Montreal selama sepekan ini, namun tim masih melihat saran dari tim dokter. Namun Senin, Rio akan berpuasa lagi.

Rio akan start dari posisi ke 21 di GP Kanada hari minggu ini. Rekannya, Pascal Wherlein akan memulai balapan di posisi 18. Saat kualifikasi kemarin, mobil Rio membentur dinding pembatas yang menyebabkan ia gagal mencoba mencatatkan waktu terbaiknya untuk bisa beranjak dari posisi 21.

Sontak ucapan dan doa bertebaran di media sosial Rio Haryanto. Salut, ya, Rio. Semoga Rio tetap diberi kesehatan, doa masyarakat Indonesia bersamamu, Rio!


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
50
Love
OMG OMG
41
OMG
Yaelah Yaelah
70
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
60
Keren Nih
Ngakak Ngakak
90
Ngakak