Mahasiswa Yogyakarta Inovasikan Alat Penghemat BBM untuk Mobil


Mobil listrik makin diminati banyak orang akhir-akhir ini. Alternatif sumber energi baru berupa listrik dapat menggantikan sumber energi dari bahan bakar fosil mobil konvensional yang mulai habis stoknya di dunia. Namun, harganya yang mahal membuat mobil listrik sendiri masih jarang dilirik orang.

Dari ide itulah, Keempat Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau UMY yaitu Dimas Oktanugraha, Muhammad Khairul Syarif, Muhammad Rizaldy, dan Sekar Arum Firmandya menciptakan inovasi untuk menghemat penggunaan BBM mobil konvensional yang menyerupai cara kerja mobil listrik. Mereka membuat inovasi tersebut dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2016 bidang karsa Cipta, dengan judul â??Dragtor (Drag Force Generator)â?.

“Dragtor merupakan hasil inovasi kami yang menyerupai cara kerja pada mesin mobil listrik, namun untuk diaplikasikan pada mobil konvensional. Tujuan utamanya untuk menghemat penggunaan BBM. Inovasi ini sendiri kami buat dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2016 bidang Karsa Cipta,” ujar Ketua Pelaksana Tim PKM-KC Dragtor Dimas Oktanugraha, seperti dikutip dari Sindonewscom, Senin (20/6/2016).

Menurut Dimas, Dragtor merupakan alat yang dapat digunakan untuk menambah energi listrik pada mobil. Hal itulah yang kemudian bisa menekan segi penyediaan BBM sehingga lebih hemat.

Ide awal pembuatan Dragtor  muncul ketika dirinya mengendarai sepeda motor. “Ketika sedang melaju naik motor, tekanan angin yang menerpa helm dan body motor sangat besar. Angin yang besar tadi menurut saya bisa jadi sumber energi untuk listrik. Akhirnya kami mencobanya di mobil agar konsumsi BBM di mobil dapat dihemat,” papar dia.

Dragtor (Viva)
Dragtor (Viva)

Dimas menjelaskan, cara kerja Dragtor adalah dengan memanfaatkan aliran angin yang terjadi pada bagian badan mobil, saat mobil dalam keadaan bergerak. Aliran angin terbentuk akibat dari adanya gaya hambat udara (drag force). Aliran angin itulah yang dapat membuat kipas turbin pada Dragtor berputar.

“Kami merancang Dragtor memiliki kipas-kipas untuk menggerakkan turbin. Efek dari turbin yang berputar itulah yang akan membuat generator juga berputar dan menghasilkan energi listrik. Listrik yang dihasilkan pun akan disimpan di baterai atau aki,” paparnya.

Dimas mengatakan, semakin cepat mobil bergerak, semakin besar pula energi listrik yang bisa dihasilkan.

Khairul Syarif menambahkan, penelitian mereka mulai dari merancang hingga melakukan uji coba terhadap Dragtor hingga kini telah berjalan dalam waktu 3 bulan. Saat ini, program tersebut telah mencapai progres 82 persen secara keseluruhan.

“Kami telah melakukan uji coba menggunakan generator 400 watt. Kami juga telah menguji cobanya pada mobil pikap dan menghasilkan tegangan 11-13 volt. Saat uji coba kecepatan pikap mencapai 60 km/jam,” ungkapnya.

Khairul mengatakan, saat ini alat Dragtor tersebut masih berupa prototype dan masih akan dilakukan pengembangan terus menerus. Menurutnya, rancangan pada turbin tidak akan ada perubahan. Mereka akan terus melakukan pengembangan untuk rangkaian elektroniknya.

“Dari uji coba awal hasil yang diperoleh sudah mendekati harapan. Selanjutnya kami berharap agar terciptanya Dragtor ini dapat memberikan kontribusi dan memajukan perindustrian mobil, baik yang konvensional maupun listrik di Indonesia. Selain hemat, polusi lingkungan pun bisa dikurangi,” ujarnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak