Canggih, Siswa SMK Parung Ciptakan Motor Tenaga Surya


Satu hal yang perlu kita ketahui, sekarang ini kita butuh sumber daya alternatif dan tidak selalu mengandalkan hasil bumi. Kalau hasil bumi habis, mau tidak mau kita harus pindah planet untuk bisa terus hidup.

Dari gagasan itulah akhirnya tim dari SMK Nusantara Mandiri, Parung, Jawa Barat menginisiasi proyek motor tenaga surya ini. â??Ke depannya kita akan semakin butuh teknologi yang ramah lingkungan. Sinar matahari kan bisa kita dapatkan dengan mudah setiap hari,â? kata Pak Aji Candra Wibawa, selaku Kepala Sekolah sekaligus pembina proyek, seperti dikutip dari Hai-Onlinecom, Selasa (28/6/2016).

Sejak April lalu, tim pun dibentuk. Anggotanya adalah tiga siswa dari jurusan Teknik Sepeda Motor, yaitu Yoviz, Gustiana, dan Puat. â??Kami sering ke bengkel sepulang sekolah selama satu bulan setengah ini,â? kata Puat.

Konsep sepeda motor ini simpel. Pembangkit listrik dari tenaga matahari disematkan di atas motor agar bisa mengantarkan listrik yang menggerakkan. Eksekusinya, tentu saja tak sesimpel itu.

Untuk proyek ini, tim memodifikasi motor matic Yamaha Mio. Yoviz menjelaskan, untuk membuat motor hibrida ini, pembangkit listrik yang biasa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga dipakai. Ada empat buah pembangkit dengan masing-masing berkapasitas 12 volts, dan 1,5 ampere. Listrik dari solar cell tersebut dialirkan ke empat buah baterai lithium berkapasitas sama. Keempat baterai ditaruh di box belakang motor.

Tiga siswa pembuat motor tenaga surya (Hai-Online)
Tiga siswa pembuat motor tenaga surya (Hai-Online)

Modifikasi lainnya dilakukan di bagian roda. Untuk menyesuaikan, tromol pun dibubut. â??Kami menggunakan BLDC HUB yang disematkan di roda. Untuk itu, bagian roda mesti dibubut agar bisa menyesuaikan bentuknya,â? jelas Pak Aji.

Tak salah kalau motor ini disebut hibrida. Pasalnya, konstruksi sepeda listrik dan perangkat bertenaga surya lainnya digabungkan di sini. Kita juga masih bisa mengandalkan bensin untuk menggerakan motor.

Untuk mencapai kapasitas baterai hingga penuh, butuh waktu sekitar 8 jam. Motor tak perlu berada di bawah cahaya matahari yang terik. Cahaya redup pun sudah cukup untuk pengisian daya.

â??Dengan baterai penuh, motor bisa melaju hingga 15 km. Karena kapasitasnya belum besar, kecepatan tertinggi motor hanya 30-40 km/jam,â? kata pak Aji lagi.

Proyek ini adalah proyek mandiri SMK Nusantara Mandiri. Untuk membuat motor masa depan ini, Yayasan sengaja menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 20 juta. Ke depannya, jika ada bantuan dana, selain akan mengembangkan dan memproduksi massal motor tenaga listrik ini, tim akan membuat teknologi lainnya, seperti bajaj, dan becak yang bertenaga matahari. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
10
Love
OMG OMG
100
OMG
Yaelah Yaelah
30
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
20
Keren Nih
Ngakak Ngakak
50
Ngakak