Pria Asal Balikpapan Kembangkan Alat Pengubah Sampah Jadi BBM


Volume sampah plastik yang terus meningkat menimbulkan keresahan bagi Fahrizal Bahri. Alumnus Politeknik Negeri Balikpapan ini berusaha menciptakan alat yang mampu mengubahnya menjadi produk lain yang berguna.

Dari Data Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Balikpapan, jumlah sampah plastik terus bertambah hingga di atas 70 ton per tahun. Terlihat mulai dari 2013 lalu, sampah plastik terkumpul hingga 73 ton. Kemudian pada 2014 sebanyak 72 ton dan pada 2015 mencapai 75 ton.

Dari situ, Rizal, sapaan Fahrizal, berpikir untuk turut memberikan solusi agar sampah plastik tidak merajalela. Apalagi sudah tak lagi memiliki nilai ekonomis. Pemikiran itu melahirkan sebuah alat yang kini diberi nama Reactor Pyrolysis Converter. Teknologi ini berfungsi sebagai alat yang mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Cara kerja alat ini adalah dengan membakar sampah plastik di dalam tabung kedap udara. Nantinya, sampah tersebut akan berubah menjadi gas dengan kandungan minyak dan air.

Dalam proses konversi, alat tersebut hanya terdiri dari sebuah tabung reaktor dan pipa besi. Tabung reaktor yang tampak seperti tabung gas ukuran 12 kg itu berbahan dasar stainless dan mampu menampung maksimal 15 kilogram sampah plastik. Syarat dari tabung alat tersebut harus kedap udara. Alasannya adalah agar proses pengolahan sampah dengan metode pirolisis dapat tercipta dengan sempurna.

Pirolisis sendiri adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen. Sehingga materi mentah mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas.

Proses konversi akan semakin aman karena tabung telah dilengkapi dengan kran sebagai safety, serta termometer bimetal untuk mengontrol tekanan dan suhu saat proses pembakaran.

Reactor Pyrolysis Converter bermula dari proses pembakaran sampah plastik yang berada di dalam tabung kedap utara dengan suhu sekitar 350-800 derajat celcius. Nantinya terciptalah proses pirolisis, di mana sampah plastik yang terbakar akan menghasilkan gas beserta uap atau gelembung.

â??Nah, gas yang memiliki kandungan minyak dan air itu selanjutnya akan masuk ke dalam pipa besi dengan ukuran dan desain khusus,â? kata Rizal seperti dikutip dari Kaltimprokalco, Selasa (26/7/2016).

Fahrizal Bahri dan alat buatannya (Prokal)
Fahrizal Bahri dan alat buatannya (Prokal)

Terdapat dua pipa besi yang disambungkan dari tabung gas itu, pipa atas untuk uap air dan pipa bawah untuk minyak. Bentuk pipa pun tidak boleh lurus memanjang atau datar, namun langsung didesain menurun ke bawah. Alasannya untuk menghindari proses perubahan minyak menjadi lumpur yang dapat membuat pipa buntu.

â??Ukuran pipa tidak boleh terlalu pendek, gas belum berubah menjadi minyak karena prosesnya terlalu cepat. Kemudian pipa juga tidak boleh terlalu panjang, sebab minyak nanti bisa berubah menjadi lebih padat seperti lumpur,â? jelas pria dengan gelar S-1 Teknik Mesin itu.

Plastik yang terbakar dengan suhu sangat tinggi membuat gas pecah menjadi minyak dan air. Setelah plastik habis terbakar, tinggal menunggu sekitar 2 jam agar terlihat pemisahan dari bagian minyak dan air. Kemudian, minyak tersebut sudah dapat langsung digunakan.

BBM yang dihasilkan pun bisa bermacam-macam tergantung dari sumber bahan plastiknya. Jika menggunakan bahan seperti botol plastik, maka akan menghasilkan minyak sejenis bensin.

â??Kalau dengan kantong keresek akan menghasilkan minyak sejenis solar. Sedangkan jika menggunakan sampah plastik campuran, jadinya setara minyak tanah,â? sebutnya.

Berdasarkan percobaan, Rizal mengatakan bahwa 1 kg sampah plastik dapat menghasilkan 0,8 liter minyak.

Sejauh ini, Reactor Pyrolysis Converter terus mengalami perubahan dan penyempurnaan. Seperti yang terlihat dalam acara Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Kaltim yang berlangsung di Balikpapan Sports and Convention Center Dome, alat tersebut telah muncul dalam versi generasi keempat.

Sebelumnya, alat konverter sampah plastik ini telah berhasil meraih Juara II dalam ajang TTG Kota Balikpapan 2016. Rizal menyebutkan, setidaknya butuh dana Rp 3-4 juta untuk membuat Reactor Pyrolysis Converter.

â??Alat ini masih berupa riset, sementara masih dalam proses pengembangan hingga akhirnya nanti resmi kami rilis ke pasaran,â? tutupnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak