Kisah Danu Sofwan, Dulu Kuli Pasir Kini Jadi Radja Cendol


Jatuh bangun dalam kehidupan, pasti akan dialami oleh semua manusia. Saat hidupmu tengah berada dalam keterpurukan, bukan berarti harus diam dan menunggu keajaiban datang. Namun, sebaliknya, bangkit dan lakukan perubahaan. Itulah yang dilakukan oleh pengusaha muda bernama Danu Sofwan.

Lahir dari keluarga serba berkecupan lalu suatu ketika hidupnya dilanda keterpurukan karena keadaan ekonomi keluarga, tidak membuat Danu Sofwan larut dalam kesedihan dan hanya berpangku tangan. Namun, ini menjadi momen dirinya untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan dalam dirinya.

Danu merupakan CEO dari franchise Randol (Radja Cendol) â??Pelopor Cendol Susu dan Cendol Variasi Toppingâ?. Perubahaan pria dengan nama lengkap Syaputra Kamandanu Sofwan ini terjadi semenjak sang ayah meninggal dunia tahun 2006 silam. Sejak saat itulah dirinya menjadi tulang punggung keluarga.

genmuda.com

Pria kelahiran Tasikmalaya ini mencoba belajar usaha mulai 2008. Terhitung sudah lebih dari 10 usaha yang dijalaninya, tapi ternyata tidak berjalan dengan baik. Dari mulai bisnis sepatu, baju, gelang, rokok elektrik, apa saja dijual agar bisa memberi makan keluarga. Bahkan 2013 dirinya sempat menjadi kuli pasir di Cianjur dengan gaji Rp 50 ribu seminggu dan tempat tidur di bedeng.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini akhirnya terpikir membuat cendol dengan niat agar melestarikan minuman khas Indonesia. Hal ini tentu sangat tidak mudah. Untuk mengumpulkan modal, ia harus gadai barang dan pinjam uang sana-sini.

Pasalnya, Danu meminjam uang ke lebih dari 100 orang dengan cara door to door, tapi tetap ada saja alasan dia tak mendapat pinjaman. Sampai akhirnya, atas usaha kerasnya dia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 15.000.000 sebagai modal awal untuk membeli perlengkapan berjualan, menyewa outlet, sampai mematenkan nama usahanya. Tak disangka, pada hari pertama berjualan dia langsung bisa mengembalikan uang pinjamannya itu.

Twitter.com

Tak hanya itu saja, pengusaha muda kelahiran 20 Agustus 1987 ini mempelajari berbagai macam ilmu yang mendukung pekerjaannya sebagai pebisnis dengan cara otodidak. Mulai dari pembentukan merek, perancangan model bisnis, analisis pasar, pembuatan menu, keuangan, dan pemasaran, ia pelajari sendiri guna diaplikasikan pada kegiatannya sehari-harinya dalam menjalankan Randol.

Tak butuh waktu terlalu lama sejak didirikan bulan Juni 2014 lalu, Radja Cendol (Randol) kini sudah memiliki lebih dari 700 gerai tersebar di seluruh Indonesia dengan omzet milyaran rupiah. Tidak seperti franchise lainnya yang memerlukan modal ratusan juta, untuk membuka satu gerai Randol, mereka yang berminat hanya memerlukan biaya di bawah Rp 10 juta.

radjacendol.com

Untuk timnya pun Danu lebih banyak mempekerjakan mereka yang merupakan lulusan SD dan SMP yang juga merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki semangat tinggi untuk belajar. Karena baginya pendidikan tinggi tanpa adanya semangat tidak akan menghasilkan apapun.

liputan6.com

Atas usaha dan kerja kerasnya, belum lama ini ia mendapatkan penghargaan Indonesia Innovative Quality Awards 2015 sebagai The Best Innovative Traditional Drinks of The Year 2015. Perjalanan hidup Danu membuktikan telah bahwa titik terendah dalam hidup seorang manusia, bisa menjadi momentum meraih kesuksesan.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
63
Love
OMG OMG
51
OMG
Yaelah Yaelah
81
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
71
Keren Nih
Ngakak Ngakak
101
Ngakak