VIDEO: Waspada! Begini Cara Maling Gasak Kartu ATM


Semakin canggih teknologi, maka makin canggih pula modus operasi kejahatannya. Salah satu yang kerap kali diicar oleh penjahat adalah Automated Teller Machine (ATM). Mesin ATM jumlahnya banyak dan tersebar di mana-mana. Mesin ini juga relatif tidak terjaga dan hanya mengandalkan kamera CCTV.

Dikutip dari liputan6.com, modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah menggunakan teknik skimming. Jadi, para pencuri membeli ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metodeĀ phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti halnya fotokopi, atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban.

Di Indonesia, kasus kejahatan pencurian data melalui mesin ATM memang belum sebanyak di negara tetangga seperti Australia. Walaupun kasus rekening nasabah yang tiba-tiba berkurang memang sempat muncul di media beberapa waktu yang lalu.

Namun demikian ada baiknya belajar dari kasus yang terjadi di negara lain untuk menambah wawasan kita tentang kejahatan perbankan ini karena secara prinsip model dan transaksi bisnis melalui ATM relatif sama sehingga kita bisa mengantisipasi agar tidak terjadi di sini.

Di negara tetangga modus pencurian data melalui mesin ATM menggunakan fasilitas Alat perekam berbentuk bulat dan warna hijau untuk meniru lubang ATM yang lazim di Australia. Untuk mendapatkan data yang diincar, Alat tersebut dilengkapi dengan chip yang akan merekam data pribadi kamu (phising).

Proses pencurian data menggunakan sebuah kamera kecil diletakkan di salah satu sisi untuk merekam saat tangan kamu memencet kode PIN. Tahap selanjutnya pencuri akan mengkopi semua data pribadi pemilik rekening, lalu dengan mudah mengakses data perbankan kamu.

Modus-modus lainnya pun masih banyak. Untuk lebih jelas, simak dalam video berikut ini. Tetap waspada, ya, JBers.

https://youtu.be/abBhI90uKN0


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak