Inovasi Siswa SMK Sukabumi Ciptakan Robot Penjinak Bom


Teror menjadi ironi di tengah dunia yang terus mengupayakan perdamaian. Berbagai peristiwa tragis yang ditandai dengan ledakan bom yang mengancam kemanusiaan dan perdamaian, nyaris terjadi di berbagai negara dewasa ini.

Di Indonesia, teror juga kerap mengancam keamanan nasional. Hingga pemerintah melalui TNI dan Polri membentuk tim penjinak bahan peledak (Jihandak) di dalam detasemen anti teror institusinya.

Keberadaan tim Jihandak TNI-Polri ternyata menginspirasi sekelompok pelajar di Sukabumi untuk membuat alat keamanan dengan fungsi yang sama tapi dalam bentuk berbeda. Mereka yang sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapan Parakan Salak Sukabumi berinisiatif menciptakan rangka bangun robot yang diberi nama â??Jihandakâ?. Tentu robot tersebut memiliki tujuan dan orientasi yang sama yakni untuk menjinakkan bom.

Jihandak (Viva)
Jihandak (Viva)

Robot penjinak bom buatan para pelajar tersebut tergolong unik. Pasalnya, komponen robot rangkaian mereka terbuat dari bahan bekas yang sudah dibuang pemiliknya.

Pascal, salah satu pelajar perakit robot â??Jihandakâ? mengatakan, sejumlah barang bekas yang biasa ia manfaatkan biasanya berupa msin printer, mainan anak, webcam dan accu motor. â??Bahan yang digunakan sebagian menggunakan barang bekas,â? kata Pascal seperti dikutip dari Nusantaranewsco, Selasa (23/8/2016).

Proses pembuatan Jihandak (Sukabumiupdate)
Proses pembuatan Jihandak (Sukabumiupdate)

Dijelaskan Pascal, robot ciptaannya memiliki tiga roda pada bagian kaki-kaki. Melalui roda tersebut, robot dapat di monitor untuk dapat bergerak ke setiap penjuru arah untuk mendeteksi posisi bom.

Tidak hanya itu, robot tersebut tergolong memiliki sensitifitas dan daya lacak yang tinggi terhadap bom. Robot ini juga dilengkapi kamera intai yang bisa merekam suasana disekitar lokasi yang ditengarai terdapat bom. Salah satu kelebihannya, terdapat alat penjepit pada robot yang nantinya berfungsi memindahkan bom dari posisi semula untuk diamankan.

Menurut Pascal, robot dapat dimonitor secara efektif dari kejauhan. Karena, bom dapat dijalankan melalui piranti komputer yang terkoneksi langsung dengan robot. Hanya saja, kata Pascal, untuk pembuatan robot harus membutuhkan waktu yang relaatif lama. â??Sekitar satu tahun,â? ucap Pascal.

Tim pembuat Jihandak (Kabarseputarsukabumi)
Tim pembuat Jihandak (Kabarseputarsukabumi)

Pascal berharap ke depan bersama timnya ingin membuat robot lainnya. Tim sudah merencanakan membuat robot pengintai udara yang bisa terbang. “Hasil karya kami ini mudah-mudahan bisa bermanfaat,” tukasnya.

Kepala SMK Yapan Parakan Salak, Giri Rakasiwi, mengatakan bahwa hasil karya anak didiknya merupakan hal baru karena mereka memanfaatkan bahan bekas yang sudah tak terpakai. Apalagi biaya yang dikeluarkan relatif cukup kecil, hanya Rp 2 juta. “Kalau menggunakan bahan baru, biayanya ditaksir bisa mencapai Rp 20 juta,” terangnya.

Jika bisa dikembangkan lebih lanjut, tentu saja hal ini bisa membantu TNI dan Kepolisian untuk membasmi terorisme yang sering terjadi belakangan ini. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
30
Love
OMG OMG
20
OMG
Yaelah Yaelah
50
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
40
Keren Nih
Ngakak Ngakak
70
Ngakak