Kisah Angkie Yudistia, CEO Cantik Penyandang Disabilitas yang Berhati Mulia


Angkie Yudistia (thisable.org)

Bagi sebagian orang, ketidaksempurnaan fisik kerap menjadi halangan untuk mewujudkan impian. Rasa minder dan perlakuan diskriminasi orang-orang sekelilingnya inilah yang seringkali membuat orang-orang penyandang disabilitas sangat sulit untuk mengembangkan dirinya. Namun, ini tak berlaku bagi Angkie Yudistia.

Angkie Yudistia merupakan salah satu wanita menginspirasi yang berani melangkah dalam ‘ketidakmampuannya’ sebagai seorang tunarungu untuk meraih mimpi serta harapannya. Saat ini Angkie menjabat sebagai CEO Thisable Enterprise. Perusahaan ini didirikan Angkie bersama rekannya yang memiliki fokus terhadap gerakan misi sosial, khususnya membantu  orang yang memiliki keterbatasan fisik alias Difable (Different Ability People).

detik.com
detik.com

Keterbatasan yang dialami Angkie dimulai saat usianya 10 tahun. Saat menempuh sekolah dasar, Angkie seringkali menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda-beda karena orang tuanya yang sering ditugaskan di luar kota. Alhasil pendidikan SD Angkie diselesaikan di tiga kota berbeda yaitu Ternate, Bengkulu dan Bogor. Barulah pendidikan sekolah menengahnya (SMP dan SMA) ia tamatkan semua di Bogor.

Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Angkie memakai alat bantu pendengaran. Tanpa alat tersebut dia tidak bisa mendengar apapun. Dengan alat bantu itu pun terkadang dia masih sulit mendengar karena menurutnya, kerusakan pendengarannya sudah cukup parah.

akubisamendengar.com
akubisamendengar.com

Menjalani hidup yang berat, tak membuat wanita asal Medan ini pasrah. Perempuan kelahiran 5 Juni 1987 ini bahkan mampu menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang Master di London School of Public Relations, dengan IPK yang sangat memuaskan, 3.5.

Tak hanya itu saja, Angkie pun tidak pernah malu menunjukan dirinya kepada dunia. Ia pernah finalis Abang None pada 2008, berhasil terpilih sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008, dan Miss Congeniality dari Natur-e, serta Kartini Next Generation Awards dari Kementrian Komunikasi Informatika pada 2013 lalu.

tribunnews
tribunnews

Selain prestasi yang membanggakan, Angkie pun punya hati mulia. Ia bergabung dengan Yayasan Tunarungu Sehjira pada 2009. Sejak saat itu, dia pun aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Angkie sering menjadi pembicara dan delegasi Indonesia di berbagai kegiatan Internasional yang berkaitan dengan kaum disabilitas.

“Saya sangat suka menulis karena saya tunarungu. Tidak bisa mendengar membuat saya sulit berkomunikasi makanya saya suka menulis. Awalnya saya ragu karena nggak tahu sama sekali tentang peneliti tapi saya pikir kenapa tidak dicoba,” ujar Angkie seperti dilansir dari Detik.

newshub.id
newshub.id

Hobinya dalam menulis pun berbuah karya. Angkie menerbitkan dua bukunya yang berjudul Perempuan Tuna Rungu Tanpa Batas dan Setinggi Langit. Thisable Associate sendiri saat ini telah melakukan salah satu program yaitu menjual program corporate social responsibility (CSR) yang terkait dengan orang disable pada perusahaan.

Dengan segala keterbatasannya itu, Angkie berusaha bangkit menjadi wanita yang mandiri dan menginspirasi. Hal itu dibuktikannya setelah berhasil merilis dua buku inspiratif, menjadi pendiri dari Thisable Enterprise, serta mampu menginspirasi para penyandang disabilitas lainnya.


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak