5 Fakta Menarik Film Warkop DKI Reborn yang Tidak Kamu Tahu


Sepuluah hari terakhir, film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1” hampir tak henti-hentinya menjadi pembicaraan orang. Tak heran, karena film garapan Anggy Umbara ini terus menerus memecahkan rekor jumlah penonton yang sebelumnya dipegang film-film populer lainnya. Pencapaian yang luar biasa ini tentu didukung oleh materi film yang mampu menarik rasa penasaran penonton. Hanya saja, di film ini terdapat sejumlah materi yang diselipkan secara hati-hati di sepanjang film. Dari jutaan pasang mata yang menonton film ini, mungkin tak semua sempat menangkapnya. Berikut ada 5 fakta menarik “Warkop DKI Reborn” yang mungkin tidak kamu tahu.

Singkatan CHIPS

Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)
Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)

Di dalam film “Warkop DKI Reborn”, tak pernah disebutkan apa itu kepanjangan dari CHIPS. Sebenarnya sutradara Anggy Umbara sempat menyelipkan hal ini di adegan saat Dono, Kasino, dan Indro menegur sopir bemo bobrok yang parkir di depan kantor CHIPS. Di atas pintu kantor ini, tertera besar-besar tulisan â??Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosialâ?, yang merupakan kepanjangan CHIPS.

Cameo sutradara

Anggy Umbara (Pojoksatu)
Anggy Umbara (Pojoksatu)

Mereka yang telah menonton film “Comic 8: Casino Kings”â??film Anggy Umbara sebelum Warkop DKI Rebornâ??mungkin tak kesulitan menyebut nama-nama komika dan artis yang ikut bergabung sebagai cameo dalam film ini. Ada Mongol Stres, Agus Kuncoro, Ge Pamungkas, hingga Nikita Mirzani. Namun tahukah Anda, sang sutradara pun ikut nongol sekilas dalam film ini. Tepatnya, adegan saat Dono menghancurkan warung milik Mongol Stres. Anggy Umbara termasuk dalam seorang pembeli di warung Mongol yang melongo melihat kejadian tersebut.

Bocoran cerita dari poster

Poster Warkop DKI Reborn (Liputan6)
Poster Warkop DKI Reborn (Liputan6)

Ternyata poster film ini sudah memuat bocoran ceritanya. Yang pertama, dalam poster ini Dono digambarkan dengan leher yang dikalungi sebuah pigura. Ini merujuk pada adegan saat Dono membuat rusuh di sebuah pameran dan kepalanya menerjang sebuah lukisan yang menjadi mahakarya sang pelukis. Tak hanya itu, di poster ini juga diperlihatkan bahwa Indro memegang sebuah papan monopoli, persis seperti uang mainan yang diberikan oleh Pakde Slamet. Terakhir, Kasino memegang senjata api, mengingatkan pada adegan saat ia menodongkan pistol pada pasangan kakek-nenek yang diperankan Henky Solaiman dan Inggrid Widjanarko.

Mendobrak Dinding Keempat

Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)
Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)

Dalam dunia perfilman dan teater, terdapat suatu konsep yang disebut sebagai “mendobrak dinding keempat” (breaking the fourth wall). Bila pada film atau teater konvensional, para pemainnya seperti “terkurung” dalam dinding-dinding pembatas dalam dunia di lakon cerita, konsep breaking the fourth wall ini meruntuhkan salah satu dinding tersebut. Artinya, pemain film atau teater tersebut sadar bahwa ia berada dalam dunia yang tengah disaksikan oleh penonton.

Konsep ini pula yang diterapkan dalam “Warkop DKI Reborn”. Maka, jangan heran bila beberapa kali Dono, Kasino, dan Indro mengeluarkan celetukan yang memperlihatkan bahwa mereka sadar tengah berada di dunia film. Seperti saat Indro mengambil pentungan miliknya yang tertinggal di kantor. â??Wah, kalau enggak ada ini enggak continuity,â? ujarnya. Atau saat Kasino mengangkat koper dari mobil yang terasa ringan. â??Pantesan, properti syuting. Enteng, ya,â? kata Kasino.

Kritik sosial

Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)
Adegan Warkop DKI Reborn (Liputan6)

Beberapa kritik sosial yang ada di film ini, misalnya adalah soal korupsi Hambalang, ormas yang gemar memeras, hingga soal kebakaran hutan. Salah satu contoh yang menggelitik adalah kritik sosial yang ditampilkan dalam adegan pengadilan Dono, Kasino, dan Indro. Sidang ini dipimpin oleh seorang hakim histeris yang diperankan oleh Agus Kuncoro. Ia tengah menghakimi tiga sekawan ini, salah satunya karena membuat kerusuhan di sebuah pameran, yang membuat lukisan-lukisan di tempat ini terbakar. Sang hakim lantas mempermasalahkan lukisanâ??lukisan yang terbakar. â??Kalau hutan yang terbakar enggak apa-apa,â? katanya sambil berteriak histeris. Kalimat ini, langsung mengingatkan pada ucapan kontroversial Hakim di PN Palembang Parlas Nababan di awal tahun ini. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
70
Love
OMG OMG
60
OMG
Yaelah Yaelah
90
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
80
Keren Nih
Ngakak Ngakak
10
Ngakak